Konsumen Protes Kenaikan Harga, Pedagang Gunakan Plastik di Cirebon Pilih Turunkan Keuntungan

Nurul Hidayah    
09/4/2026 21:28
Konsumen Protes Kenaikan Harga, Pedagang Gunakan Plastik di Cirebon Pilih Turunkan Keuntungan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEDAGANG minuman naikkan harga seiring melonjaknya harga plastik. Namun kenaikan harga diprotes oleh pelanggan. 

“Saya coba naikin harga seribu, pelanggan protes,” tutur Aeni, 60, seorang pedagang minuman dingin di kawasan Pasar Pagi, Kota Cirebon, Kamis (9/4). Seperti es kopi yang menggunakan plastik dan sedotan dijual Rp 6 ribu dari sebelumnya Rp5  ribu. Tapi pelanggannya, lanjut Aeni, banyak protes hingga akhirnya kenaikan harga hanya berlaku sehari. “Besoknya saya turunin lagi, kembali ke harga semula,” tutur Aeni. 

Aeni mengaku risih sekaligus kasihan dengan pelanggannya yang kebanyakan pekerja dan penjual kecil di pasar tersebut. “Ya sudah, kembali ke harga semula. Mengurangi keuntungan memang karena plastik, gelas plastik, sedotan dan lainnya semua harganya naik,” tutur Aeni. 

Kini, Aeni mengaku omsetnya berkurang seiring dengan kenaikan harga plastik dan batalnya kenaikan harga. Sebelumnya Aeni mengaku bisa mendapatkan omset antara Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu dalam sehari, namun kini bisa mendapat omset Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu saja Aeni mengaku sudah sangat bersyukur. “Sebenarnya kenaikan harga plastik sudah terjadi sejak sebelum puasa. Tapi beberapa minggu ini terus naik. Jadi ya tinggi,” tutur Aeni. Aeni mencontohkan salah satu plastik yang biasanya dibeli hanya Rp 8 ribu per bungkus, kini naik menjadi Rp 17 ribu. 

Hal yang sama diungkapkan seorang pedagang baso tahu atau siomay di salah satu kampus swasta di Kabupaten Cirebon. “Harga plastik naiknya gila-gilaan. Lebih dari lima puluh persen,” tutur Maman, 34. Namun karena konsumennya kebanyakan mahasiswa, Maman pun mengaku tidak berani menaikkan harga jualannya. 

Maman mengaku sangat mengerti kalau uang jajan mahasiswa tidaklah besar. “Jadi ya kaya biasa aja. Ukurannyaa tetap, harga juga ga naik. Kasihan mahasiswanya,” tutur Maman. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya