Harga Plastik Naik Dampak Perang, Inflasi Bangka Belitung Diprediksi Meningkat

Rendy Ferdiansyah
06/4/2026 20:10
Harga Plastik Naik Dampak Perang, Inflasi Bangka Belitung Diprediksi Meningkat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy(MI/Rendy Ferdiansyah )

PERANG Amerika Serikat-Israel dengan Iran berdampak terhadap melonjaknya harga berbagai jenis plastik di Indonesia, tak terkecuali di Provinsi Bangka Belitung (Babel). Hal tersebut disebabkan bahan baku minyak murni untuk produksi plastik berasal dari negara Timur Tengah tersebut. 

Jika perang terus berlanjut hingga akhir April mendatang, diperkirakan akan memberikan dampak signifikan bagi Indonesia, khususnya Babel. Sebab, bukan hanya harga plastik kian melonjak, melainkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pun diperkirakan akan ikut naik. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, mengatakan kondisi global petang di Timur Tengah memang berdampak terhadap harga plastik.

Namun demikian, menurutnya hal itu belum memberikan dampak secara global terhadap masyarakat. 

"Memang ada naik tapi belum berpengaruh terhadap harga bahan pokok," kata Rommy saat Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) bersama awak Media. Senin (6/4). 

Kenaikan harga bahan pokok pasca-Lebaran saat ini, lanjutnya, disebabkan stok yang terbatas dan pasokan kurang. Ia menyebutkan jika kondisi perang di Timur Tengah tidak juga mereda hingga Mei mendatang, tidak menutup kemungkinan diperkirakan akan berdampak meningkatkan Inflasi (mtm) pada Mei mendatang dan perekonomian Babel. 

"Secara (mtm) Inflasi kita Maret 0,41 persen, nah jika kondisi global masih Perang, di perkirakan akan berdampak terhadap perekonomian dan Inflasi kita pada Mei mendatang juga meningkat atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya,"ujarnya. 

BI, menurutnya, akan terus berupaya menjaga pertumbuhan dengan mendorong kebijakan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tetap terjaga, termasuk sampai ke UMKM.

Selain itu, BI juga akan bersama-sama menjaga jalur distribusi bahan pokok agar tetap terjaga di tengah masih terus berlangsungnya krisis global dunia saat ini. 

Ia menambahkan, dampak perang tidak berpengaruh terhadap ekspor timah dari Indonesia, khususnya Babel. Sebab tujuan ekspor tidak melalui jalur negara-negara di Timir Tengah. 

Dirinya berharap dengan Kegaiatan BEKISAH 2026, pertumbuhan UMKM dan Perkonomian serta keuangan syariah Babel tetap terjaga sehingga bisa mendunia. (RF/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya