Pelaku UMKM di Cianjur Terdampak Naiknya Harga Plastik

Benny Bastiandy
09/4/2026 16:05
Pelaku UMKM di Cianjur Terdampak Naiknya Harga Plastik
Pelaku UMKM di Kabupaten Cianjur merasakan dampak naiknya harga plastik yang melonjak drastis.(Dok. MI)

PELAKU UMKM di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merasakan dampak naiknya harga plastik. Penaikan yang mencapai 80-100% tersebut berdampak langsung terhadap biaya produksi.

Yeti Hernawati misalnya, dia mengaku merasakan betul dampak naiknya harga plastik. Sebab, plastik kemasan merupakan kebutuhan usaha kue dan olahan lainnya.

"Naiknya harga plastik kemasan sudah terjadi sejak Lebaran. Ini tentu berdampak terhadap biaya produksi yang jadi membengkak," kata Yeti, Kamis (9/4).

Naiknya harga bahan baku plastik disebut-sebut dampak kondisi global, termasuk konflik di Timur Tengah. Bagi pelaku usaha, naiknya harga bahan baku sekalipun kecil akan memberikan dampak yang besar.

"Kebutuhan plastik menjadi salah satu hal yang utama pada usaha kami. Tentu sangat memberatkan," tuturnya.

Harga plastik bening yang sebelumnya sekitar Rp15 ribu kini melonjak menjadi Rp25 ribu. Sementara harga toples plastik naik dari Rp5 ribu menjadi Rp8 ribu per buah. "Mau tidak mau kami harus berhitung ulang biaya produksi," ungkap dia.

Yeti mengaku tak berani menaikkan harga jual untuk mengimbangi naiknya harga plastik. Dia khawatir konsumen akan keberatan sehingga produknya tak laku.

"Harus kami pikirkan matang-matang kalau mau menaikkan harga. Apalagi kalau dititipkan di toko, tidak bisa langsung naik. Harus diajukan dulu dan biasanya kenaikan dibatasi. Paling naiknya sekitar Rp2.000,” jelasnya.

Intan Suhartini, pedagang plastik, mengatakan kenaikan sudah terjadi sejak sebelum Lebaran. Namun, harganya semakin naik signifikan setelah Lebaran.

‎"Awal naik terpantau pada Februari. Naiknya sekitar 5-10% waktu itu. Tapi setelah Lebaran melonjak lagi hingga 40-100%,” ungkapnya.

‎Kenaikan paling tinggi terjadi pada plastik berbahan dasar Polypropylene (PP) karena bergantung pada impor. Bahan ini umum digunakan untuk plastik bening, cup minuman, hingga toples.

‎“Harga plastik bening yang dua bulan lalu masih Rp35 ribu per kilogram, sekarang sudah mencapai Rp52 ribu. Plastik keresek murni juga ada yang naik sampai 100% dari Rp18 ribu-Rp36 ribu," pungkasnya. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner