Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, sebagian besar wilayah Indonesia pada tahun ini akan mengalami musim kemarau lebih awal dan lebih panjang dari biasanya. Kondisi itu disebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tahun ini juga meningkat.
Sebanyak sekitar 57,2 persen wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang lebih panjang dan sekitar 46,5 persen wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal atau maju dari biasanya.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 16,3 persen wilayah akan mulai memasuki musim kemarau 2026 pada April mendatang. Wilayah tersebut meliputi Jawa bagian Barat, sebagian besar Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan, Sulawesi, dan Sumatera.
Dosen Fakultas Kehutanan UGM, Fiqri Ardiansyah, mengatakan, kemarau yang lebih panjang ini memunculkan risiko lebih tinggi terkait ancaman karhutla. Sejumlah wilayah yang kena Karhutla, sudah terjadi di Riau mencapai 4.440,21 hektar dan terus bertambah. Menghadapi proyeksi tantangan Kebakaran Hutan dan Lahan ini, kebijakan pengambilan keputusan pemerintah dan swasta didorong untuk lebih adaptif dengan pelibatan semua pihak.
Untuk itu, ia menekankan perlunya anggaran yang mengedepankan konsep manajemen darurat yang berkelanjutan. "Anggaran sebaiknya dapat menyesuaikan konsep manajemen darurat dari pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan," terang dia dalam siaran pers dari Humas UGM (31/3).
Ia menyoroti peran strategis infrastruktur pembasahan gambut dibandingkan sekadar solusi jangka pendek. Untuk mengatasi karhutla, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), sumur bor, dan sekat kanal masih dipandang sebagai instrumen yang dapat dilakukan secara sinergis untuk menjaga ekosistem tetap basah dan meminimalisir kebakaran. “OMC, sumur bor, sekat kanal masuk sebagai upaya pencegahan dan mitigasi,” kata Fiqri, Senin (30/3).
Berdasarkan beberapa penelitian yang pernah dilakukan, kata Fiqri, sekat kanal cukup efektif sebagai langkah mitigasi karhutla. Tidak hanya jangka pendek tetapi juga jangka panjang. “Gambut yang terbakar umumnya gambut yang terdegradasi sehingga keberadaan sekat kanal diharapkan mampu mengurangi lolosnya air dari ekosistem gambut, sehingga gambut tetap basah,” ujarnya.
Merespons instruksi pemerintah terkait keterlibatan pihak swasta, Fiqri mengusulkan model kolaborasi yang tidak hanya bersifat instruksional saat kondisi darurat. Ia mendorong untuk pembentukan kesepakatan kerja sama permanen yang diwujudkan melalui aktivitas lapangan yang terukur dan rutin.
“Kolaborasi permanen dapat dilakukan melalui apel, patroli, pemantauan bersama dengan BPBD, Manggala Agni, dan sebagainya yang dilakukan secara rutin, serta pendampingan MPA,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipatif, Fiqri menegaskan bahwa perubahan mendasar harus dimulai dari perilaku manusia di tingkat tapak untuk mencegah terjadinya karhutla.
“Penyadartahuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan api yang tidak terkendali penting untuk dilakukan. Hal ini karena umumnya kebakaran terjadi karena ignition yang bersumber dari aktivitas manusia,” tegas fiqri.
Sebagai solusi konkret, Fiqri mendorong agar perusahaan dan masyarakat untuk menerapkan Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB), khususnya bagi wilayah luar jawa guna memutus pola pemadaman kebakaran yang berulang. “Pengelolaan Lahan Tanpa Bakar bisa menjadi alternatif,” tutup dia. (H-3)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Pemprov Jateng siapkan mitigasi kekeringan dengan 123 juta liter air bersih dan optimalisasi 1.137 embung untuk amankan kebutuhan warga serta lahan pertanian.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Guru Besar IPB Prof Hermanu Triwidodo tawarkan solusi preemtif murah hadapi ledakan hama penggerek batang & wereng saat Godzilla El Nino 2026.
Lestari Moerdijat Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman Kemarau Panjang 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Jawa Barat akan dilanda kekeringan ekstrem pada tahun ini. Musim kemarau 2026 datang lebih awal.
BPBD menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga kesiapan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
PEMERINTAH Kabupaten Sumedang mulai melakukan mitigasi menghadapi musim kemarau, khususnya terkait dampaknya pada sektor pertanian.
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
KEJADIAN bencana hidrometeorologi di Kabupaten Majalengka mulai berkurang.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved