Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem mengancam sejumlah wilayah di Jawa Tengah (Jateng) bagian selatan hingga tiga hari mendatang. Masyarakat diminta waspadai terjadinya bencana hidrometeorologi.
Cuaca ekstrem terjadi akibat adanya pertemuan massa udara dingin dari Asia dengan massa udara panas dari Australia. Hal ini meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Indonesia termasuk Jateng.
Pengamat cuaca Stasiun Meteorologi BMKG Tunggul Wulung Cilacap Rendi Krisnawan mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan yang dikeluarkan Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, sejumlah kabupaten di Jateng selatan terancam cuaca ekstrem.
"Cuaca ekstrem diperkirakan potensial terjadi hingga tiga hari mendatang. Dengan kondisi tersebut, bisa menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, hujan es, tanah longsor, angin kencang, dan puting beliung. Terutama untuk masyarakat yang berada dan tinggal di wilayah rawan bencana hidrometeorologi,�jelas Rendi, Selasa (27/12).
Menurutnya, daerah-daerah yang terancam bencana hidrometeorologi adalah Banjarnegara, Kebumen dan Purworejo pada Rabu (28/12). Kemudian pada Kamis (29/12) adalah Cilacap dan Kebumen."Sedangkan pada Jumat (30/12) adalah Banjarnegara, Banyumas, Cilacap, Kebumen dan Purbalingga," jelasnya.
Sementara itu, dari Kebumen dilaporkan, sejumlah rumah rusak di Desa Desa Glontor, Kecamatan Karanggayam, Kebumen Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 18.00 WIB menjelang azan maghrib Senin (26/12).
Kapolres Kebumen Ajun Komisaris Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha mengatakan, meski tak ada kerugian jiwa namun rumah para korban mengalami kerusakan cukup parah. "Saat kejadian korban berhasil menyelamatkan diri. Jadi hanya kerugian material," katanya.
Peristiwa bermula dari hujan deras lalu diikuti suara gemuruh dari arah tebing. Warga selanjutnya melihat tanah retak yang diikuti longsor dari atas tebing. Selanjutnya warga berteriak agar menjauh dari titik longsor serta keluar dari dalam rumah. (OL-15)
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mencatat selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92-97% kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 7 wilayah Jawa Tengah dan ancaman banjir rob setinggi 1 meter di pesisir Pantura pada Sabtu, 25 April 2026.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 22 daerah Jawa Tengah hari ini. Waspada hujan lebat, angin kencang, serta banjir rob di pesisir utara (Pantura).
MASYARAKAT di Kabupaten Bekasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski wilayah itu diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026.
BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menjelang malam intensitas hujan semakin meningkat hingga mengakibatkan sejumlah daerah mulai tergenang termasuk di antaranya jalur Pantura Semarang-Demak.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
Dalam hitungan menit, suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan, ketika atap rumah dan genting beterbangan kemudian jatuh ke tanah.
Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Bio Solar di Kabupaten Kendal.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
Pemprov Jawa Tengah masih mengkaji penerapan PKB dan BBNKB kendaraan listrik menyusul terbitnya Permendagri No 11 Tahun 2026. Simak penjelasannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved