Waspada, 97% Bencana di Jatim Didominasi Bencana Hidrometeorologi

Faishol Taselan
26/4/2026 18:06
Waspada, 97% Bencana di Jatim Didominasi Bencana Hidrometeorologi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.(MI/Faishol Taselan)

PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mencatat selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92-97% kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi

“Ini menunjukkan bahwa perubahan iklim dan dinamika cuaca bukan lagi ancaman jangka panjang, melainkan realitas yang sedang dihadapi saat ini. Respon kita tidak boleh biasa-biasa saja. Tidak hanya reaktif, tetapi harus terukur, cepat, dan berbasis data,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya, Minggu (26/5).

Dijelaskan, pada tahun 2026, sejak Januari hingga 31 Maret, tercatat telah terjadi 121 kejadian bencana alam di Jawa Timur, yang didominasi oleh angin kencang sebanyak 82 kejadian dan banjir sebanyak 27 kejadian. 

Dampak dari kejadian tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, tetapi juga mempengaruhi puluhan ribu kepala keluarga.

Menurut Khofifah, tingginya dinamika bencana pada triwulan pertama tahun 2026, terutama pada masa pancaroba, menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua dan bersama kita lakukan antisipasi,” ujarnya.

Mengutip laporan BMKG, musim kemarau tahun 2026 di Jawa Timur diperkirakan mulai terjadi pada bulan Mei di sekitar 56,9% wilayah, dengan puncak kemarau pada bulan Agustus yang mencakup sekitar 70,9% wilayah. Bahkan, periode kritis diprediksi meluas hingga mencapai 72,5% wilayah.

Durasi musim kemarau tahun ini juga diperkirakan cukup panjang, yakni mencapai 220 hingga 240 hari di sejumlah zona musim.

“Kita akan menghadapi tekanan kekeringan yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut BMKG, terjadi peningkatan dampak kekeringan pada tahun 2026 dibandingkan tahun 2025,” kata Khofifah.

Gubernur Khofifah mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi, mempercepat langkah, dan memastikan kesiapsiagaan yang optimal dalam menghadapi potensi bencana.

“Mari kita kuatkan sinergi, percepat langkah, dan pastikan Jawa Timur tetap aman, tangguh, dan produktif menghadapi musim kemarau tahun 2026,” ujarnya. (FL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya