Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT di Kabupaten Bekasi diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski wilayah itu diprediksi mulai memasuki musim kemarau pada April hingga Juni 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi mengatakan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
"Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan saat ini masih terdapat hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ujar Dodi dalam keterangannya, Rabu (15/4).
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bekasi masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi Nomor 100.3.3.2/Kep.508-BPBD/2025 yang berlaku hingga 30 April 2026. Status itu mencakup potensi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, hingga tanah longsor.
Menurut Dodi, kondisi peralihan musim seperti saat ini berpotensi memicu berbagai bencana, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah perlu terus ditingkatkan. Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian, serta segera memperbaiki kebocoran.
Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah guna mencegah risiko kebakaran. Di sektor pertanian, masyarakat didorong untuk beradaptasi dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber air.
Selain itu, warga diimbau menjaga kelestarian lingkungan dengan mempertahankan vegetasi dan aktif dalam kegiatan pelestarian.
Pantau informasi resmi dari BMKG Dalam aspek kesehatan, masyarakat diingatkan untuk menjaga kebersihan lingkungan guna menghindari penyakit akibat debu serta memastikan ketersediaan air bersih. Tak kalah penting, masyarakat juga diminta untuk rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
"Langkah-langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim," tambahnya.
Imbauan ini merupakan tindak lanjut dari arahan BPBD Provinsi Jawa Barat yang meminta seluruh pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Pemkab Bekasi berharap masyarakat semakin siap menghadapi dinamika cuaca serta memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana, baik pada masa peralihan maupun saat puncak musim kemarau. (AK/E-4)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
WARGA di wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka diimbau mewaspadai periode pancaroba dan kemarau.
MEMASUKI bulan April, banyak masyarakat bertanya-tanya: kenapa masih sering hujan padahal seharusnya sudah mulai musim kemarau?
BMKG peringatkan potensi cuaca ekstrem di 23 wilayah Jawa Tengah pada Jumat (3/4). Waspadai bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir saat pancaroba.
BMKG memprakirakan masa pancaroba di wilayah Cilacap, Jawa Tengah mulai berlangsung pada April hingga Mei 2026. Setelah itu Cilacap masuk musim kemarau
BERBAGAI langkah antisipatif dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi menghadapi ancaman potensi kekeringan dampak kemarau.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur mencatat selama periode 2022 hingga 2025, sekitar 92-97% kejadian bencana di Jawa Timur merupakan bencana hidrometeorologi.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 7 wilayah Jawa Tengah dan ancaman banjir rob setinggi 1 meter di pesisir Pantura pada Sabtu, 25 April 2026.
BMKG peringatkan cuaca ekstrem di 22 daerah Jawa Tengah hari ini. Waspada hujan lebat, angin kencang, serta banjir rob di pesisir utara (Pantura).
BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved