Warga Diminta Waspadai Pancaroba dan Kemarau Panjang

Nurul Hidayah    
09/4/2026 21:44
Warga Diminta Waspadai Pancaroba dan Kemarau Panjang
Ilustrasi(Antara)

WARGA di wilayah Cirebon, yang meliputi Kota dan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Majalengka diimbau mewaspadai periode pancaroba dan kemarau. 

“Saat ini, wilayah Cirebon telah memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau,” tutur Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati, Kabupaten Majalengka, Muhammad Syifaul Fuad, Kamis (9/4). 

Masa  pancaroba memiliki karakteristrik berupa cuaca yang berubah dinamis. 

“Pagi - siang cukup terik, sore – malam - dini hari masih ada potensi hujan sedang - lebat dengan durasi singkat. Bisa disertai angin kencang dan petir, puting beliung, dan hujan es,” jelas Fuad. 

Pasca-pancaroba, wilayah Cirebon akan memasuki musim kemarau yang diprakirakan mulai April dasarian III hingga Mei dasarian II. Musim kemarau tahun ini, lanjut Fuad, lebih maju dari pada normalnya. 

“Untuk puncak musim kemarau diprediksi Agustus, September,” jelas Fuad.

Fuad menambahkan, tak hanya datang lebih cepat, musim kemarau tahun ini juga diprediksi lebih kering dan lebih panjang.

 “Karena kemarau tahun ini diprediksi dibarengi dengan fenomena cuaca global berupa elnino lemah-sedang. Ini identik dengan berkurangnya curah hujan di Indonesia,” jelas Fuad. 

Untuk itu, masyarakat diimbau bersiap menghadapi musim kemarau. Masyarakat bisa  memanfaatkan hujan yang masih turun di wilayah masing-masing. yakni, dengan menampung air hujan atau memperbaiki instalasi pipa yang bocor.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengatur manajemen stok pangan rumah tangga sebelum harga naik-turun. 

“Siapkan pula masker untuk polusi asap dan tingkatkan asupan air putih agar tidak dehidrasi,” tutur Fuad.

Fuad pun mengingatkan warga untuk mewaspadai kebakaran hutan dan lahan. Karenanya, warga diminta untuk tidak membakar sampah atau lahan lahan sembarangan. (UL/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner