Di Tengah Kondisi Potensi Peralihan Musim, Bencana Hidrometeorologi masih Terjadi di Sukabumi

Benny Bastiandy
14/4/2026 21:05
Di Tengah Kondisi Potensi Peralihan Musim, Bencana Hidrometeorologi masih Terjadi di Sukabumi
TERTUTUP TANAH LONGSOR: Akses jalan penghubung Kecamatan Nyalindung dengan Gegerbitung di Kampung Pasirmunding RT 01/03 Desa Neglasari tertimbun tanah longsor dari rumpun bambu.(MI/Benny Bastiandi)

BENCANA hidrometeorologi masih menjadi ancaman Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kondisi itu menyusul masih terjadinya cuaca ekstrem berupa tingginya intensitas curah hujan disertai angin kencang.

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, mengatakan berbagai bencana masih terjadi di berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi. Terutama bencana tanah longsor maupun banjir.

"Potensi bencana hidrometeorologi masih cukup tinggi. Kondisi cuaca sangat ekstrem akhir-akhir ini. Hujan dari mulai lebat hingga sangat lebat masih terjadi," kata Daeng, Selasa (14/4).

Pada Senin (13/4), wilayah Kabupaten Sukabumi diguyur hujan cukup lebat. Dilaporkan terjadi bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

Di Kecamatan Kadudampit misalnya, terjadi longsor di Kampung Salaawi RT 28/05 Desa Citamiang. Pondasi rumah warga mengalami longsor.

Sebagian dinding tembok dan atap rumah tergerus longsor. Kondisi rumah dalam keadaan rusak. 

Di Kecamatan Nyalindung, dampak cuaca ekstrem mengakibatkan longsor di Kampung Pasirmunding RT 01/03 Desa Neglasari. Rumpun bambu yang berada pada tebing mengalami longsor. 

Akses ruas jalan kabupaten penghubung Kecamatan Nyalindung dengan Gegerbitung tertutup material tanah longsor. Akses kendaraan roda dua dan empat sempat tersendat. 

Petugas gabungan di lapangan segera mengevakuasi. Akses pun bisa kembali dilintasi kendaraan. "Tapi di lokasi masih berpotensi terjadi longsor susulan," ujar Daeng. 

Daeng menuturkan, kondisi cuaca ekstrem akhir-akhir ini dimungkinkan dampak terjadinya potensi peralihan musim menuju kemarau. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi dampaknya. 

"Biasanya, menjelang peralihan musim terjadi hujan deras disertai angin kencang. Kami imbau masyarakat waspada dan siap siaga," pungkasnya. (BB/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya

Bisnis

Wisata
Kuliner