Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI menjelaskan kronologi terjadinya pembakaran beberapa gedung pemerintahan pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Pilkada Kabupaten Yalimo, Papua, Selasa (29/6).
Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menerangkan kejadian pembakaran diduga dilakukan oleh massa pendukung nomor urut 1 yang kecewa dengan hasil sidang Putusan MK terkait Perkara Pilkada Kabupaten Yalimo.
"Pada Selasa (29/6) pukul 16.00 WIT, telah terjadi pembakaran terhadap beberapa kantor Pemerintahan. Kejadian berawal saat massa pendukung pasangan calon nomor urut 01 menyaksikan secara daring pelaksanaan sidang putusan MK tentang Pilkada Kabupaten Yalimo di beberapa tempat," ungkapnya.
Baca juga: 44 Orang Selamat dari Kecelakaan Kapal Feri KMP Yunice
Setelah mendengarkan hasil putusan MK, kata Ahmad, massa pendukung nomor urut 01 tidak puas dengan hasil putusan yang menyatakan pasangan calon bupati nomor urut 01, Erdi Dabi dan Jhon Wilil, didiskualifikasi dari Pilkada Kabupaten Yalimo.
Kemudian, massa melakukan aksi pembakaran terhadap beberapa gedung milik pemerintahan.
Adapun Kantor pemerintahan yang dibakar massa yakni Kantor KPU, Kantor Bawaslu, Kantor Gakkumdu, Kantor DPRD, Kantor Dinas Kesehatan, Kantor BPMK, Kantor Perhubungan, Bank Papua, dan seluruh akses jalan ditutup oleh massa.
Ahmad menyatakan pihaknya sangat menyayangkan peristiwa itu lantaran beberapa kantor Pemerintah itu merupakan Kantor pelayanan masyarakat dan pelayanan publik.
"Untuk itu, kami mengajak semua pihak untuk menahan diri agar segera terciptanya situasi Kamtibmas di Kabupaten Yalimo yang aman dan kondusif," pungkasnya. (OL-1)
Mahkamah menilai frasa “kerugian negara” yang tercantum dalam Pasal 20 ayat (5) dan ayat (6) UU Administrasi Pemerintahan tidak dapat dibiarkan tanpa penafsiran yang tegas.
MK menjelaskan bahwa tidak semua jabatan publik bisa diperlakukan sama. Jabatan yang diperoleh melalui pemilihan umum, seperti presiden atau anggota DPR.
Peradilan militer bukan bentuk impunitas, melainkan mekanisme akuntabilitas yang memiliki dasar konstitusional dalam UUD 1945.
Dimas Bagus Arya Saputra, menyoroti praktik peradilan militer dalam sejumlah kasus pelanggaran HAM berat, termasuk kasus penculikan aktivis 1997–1998 oleh Tim Mawar.
Rencana revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu memicu perdebatan hangat mengenai besaran ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam menyusun RUU Pemilu mematangkan kajian, menghindari adanya gugatan berulang ke MK
Abdul menjelaskan, penyidik belum menahan tersangka karena pemeriksaan akan dilanjutkan.
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yalimo, Papua sebagai penyelenggara pemilu dituding telah melakukan pelanggaran etik.
PAGUYUBAN Nusantara Yalimo Bangkit meminta MK untuk tidak mematikan suara rakyat Yalimo, dengan putusan yang semestinya
DEWAN Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan dua anggota KPU Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) dari jabatannya.
Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah tercatat sukses, meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Pengalaman itu menjadi rujukan untuk penyelenggaraan berbasis manajemen risiko Pemilu 2024.
Ppartai politik juga harus ambil bagian dalam mendinginkan suasana dan mengajak pendukungnya untuk bisa menerima putusan MK.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved