Konflik Timur Tengah Picu Harga Plastik di Depok Naik 100 Persen

Kisar Rajagukguk
07/4/2026 20:05
Konflik Timur Tengah Picu Harga Plastik di Depok Naik 100 Persen
Kepadatan pasar tradisional di Kota Depok.(Dok. Antara)

KETEGANGAN geopolitik karena konflik Timur Tengah mulai berdampak nyata pada sektor ekonomi mikro di Tanah Air. Di Kota Depok, Jawa Barat, harga plastik di pasar tradisional dilaporkan melonjak drastis hingga 100 persen per April 2026. Kenaikan ini dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku global akibat konflik bersenjata.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kenaikan harga plastik disebabkan oleh melambungnya harga nafta, komponen utama pembuatan plastik, yang terdampak langsung oleh perang di Timur Tengah antara Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya, Israel.

Selamet, 40, salah satu pedagang plastik di Pasar Cisalak, Kota Depok, mengungkapkan bahwa kenaikan harga terjadi secara merata di seluruh pasar tradisional di wilayah tersebut. Ia menyebut penutupan Selat Hormuz menjadi faktor kunci tersendatnya pasokan bahan baku.

"Penyebab utama kenaikan harga plastik karena gangguan pasokan bahan baku (nafta) akibat perang di Timur Tengah. Konflik ini memicu penutupan Selat Hormuz yang sangat vital bagi jalur perdagangan dunia," ujar Selamet pada Selasa sore (7/4/2026).

Lonjakan Harga Capai 100 Persen

Selamet merinci, sebelum eskalasi konflik pecah, harga plastik per pak yang berisi 100 kantong masih berada di kisaran Mata Uang Rupiah 17.000. Namun, saat ini harganya telah melambung menjadi Mata Uang Rupiah 34.000.

Kondisi ini memukul telak omzet pedagang dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di sektor kuliner. Biaya kemasan yang membengkak memaksa para pelaku usaha untuk melakukan penyesuaian harga jual agar terhindar dari kebangkrutan.

Arman, 36, pedagang plastik lainnya, menyatakan keprihatinannya atas situasi ini. Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah strategis untuk mencari sumber pasokan bahan baku alternatif dari negara lain.

"Pemerintah harus hadir mengatasi masalah plastik ini. Kami di kalangan pedagang sudah stres menghadapi ketidakpastian harga ini," keluh Arman.

Dampak Berantai ke Komoditas Lain

Kenaikan harga plastik ternyata tidak berdiri sendiri. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar Cisalak, Budi Haryanto, mengonfirmasi bahwa lonjakan harga kemasan plastik mulai berimbas pada harga komoditas pangan, terutama minyak goreng.

"Hampir semua merek minyak goreng mengalami kenaikan harga sebagai dampak langsung dari lonjakan harga kemasan plastik," tutup Budi.

Hingga berita ini diturunkan, para pedagang berharap ada intervensi dari pemerintah pusat maupun daerah untuk menstabilkan harga bahan baku di pasar domestik guna menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan UMKM. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya