Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan instruksi keras kepada Angkatan Laut (AL) AS untuk menembak dan menghancurkan setiap kapal kecil yang tertangkap tangan memasang ranjau di Selat Hormuz. Perintah ini muncul di tengah situasi gencatan senjata dengan Iran yang masih berlangsung tetapi penuh ketegangan.
Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan tidak boleh ada keraguan bagi personel militer AS dalam menjalankan perintah tersebut. "Saya telah memerintahkan Angkatan Laut AS untuk menembak dan menghancurkan kapal apa pun yang memasang ranjau di perairan itu," tulis Trump pada Kamis (23/4).
Trump mengeklaim bahwa sebagian besar kekuatan Angkatan Laut Iran, yang menurutnya terdiri dari 159 kapal, telah dilumpuhkan dan berada di dasar laut. Ia menyebut kapal-kapal yang saat ini mencoba memasang ranjau hanyalah kapal-kapal kecil.
Selain perintah tembak di tempat, Trump menginstruksikan peningkatan operasi penyapuan ranjau hingga tiga kali lipat lebih kuat. Langkah ini bertujuan membersihkan jalur transit vital yang terganggu sejak dimulai serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.
Menurut laporan Washington Post, Pentagon memberi tahu Kongres bahwa pembersihan total Selat Hormuz dari ranjau bisa memakan waktu hingga enam bulan. Iran diduga menempatkan 20 ranjau atau lebih, beberapa di antaranya menggunakan teknologi GPS jarak jauh yang sulit dideteksi.
Instruksi ini dikeluarkan meski Trump baru saja memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu pada Selasa (21/4). Namun, negosiasi diplomatik dilaporkan masih mengalami kebuntuan. Iran sendiri secara konsisten membantah tuduhan pemasangan ranjau dan menyebutnya sebagai propaganda Amerika.
Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa AS memegang kendali penuh atas Selat Hormuz. Ia menyatakan wilayah perairan tersebut akan tetap tertutup rapat bagi kapal-kapal yang tidak mendapat persetujuan AL AS sampai Iran bersedia mencapai kesepakatan baru.
Berdasarkan data dari Komando Pusat AS (Centcom) pada Kamis, pasukan AS memerintahkan sedikitnya 31 kapal untuk berbalik arah kembali ke pelabuhan asal sebagai bagian dari blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Selain masalah militer, Trump juga menyoroti situasi domestik Iran. Ia mengeklaim ada konflik internal yang intens antara kelompok garis keras dan kelompok moderat di Teheran. "Iran sedang mengalami kesulitan besar untuk menentukan siapa pemimpin mereka," ujar Trump, merujuk pada ketidakstabilan politik yang menurutnya sedang melanda negara tersebut. (Anadolu/Ant/I-2)
| Poin Utama Instruksi Trump | Status/Tindakan |
|---|---|
| Target Operasi | Kapal kecil pemasang ranjau di Selat Hormuz. |
| Penyapuan Ranjau | Intensitas ditingkatkan 3x lipat. |
| Status Perairan | Blokade penuh; akses hanya dengan izin AL AS. |
| Gencatan Senjata | Diperpanjang tanpa batas waktu (sejak 21 April). |
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved