Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Momentum Isi Stok Amunisi

Media Indonesia
22/4/2026 08:58
Trump Sebut Gencatan Senjata AS-Iran Momentum Isi Stok Amunisi
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata antara negaranya dengan Iran merupakan langkah positif. Menurutnya, periode jeda pertempuran ini memberikan kesempatan krusial bagi militer AS untuk mengisi kembali stok amunisi dan memperkuat persenjataan.

"Gencatan senjata menurut saya hal yang baik, karena kami kini terisi penuh. Kami punya banyak amunisi. kami memiliki begitu banyak segalanya, jauh lebih kuat dibanding empat atau lima pekan lalu. Jadi, kami memanfaatkan kesempatan ini untuk mengisi kembali stok," ujar Trump dalam wawancara dengan CNBC.

Kendati demikian, Trump juga menyadari bahwa pihak Iran kemungkinan besar melakukan hal serupa dengan menggunakan masa gencatan senjata untuk memperkuat kembali persediaan militer mereka.

Ancaman Serangan Lanjutan

Ketegangan diprediksi akan kembali memuncak dalam waktu dekat. Pada Senin waktu setempat, Trump menegaskan bahwa sangat kecil kemungkinan dirinya akan memperpanjang masa gencatan senjata jika kesepakatan permanen tidak tercapai hingga Rabu malam.

Ia bahkan mengeluarkan peringatan keras bahwa banyak bom akan kembali meledak setelah masa berlaku gencatan senjata berakhir. Pernyataan ini mengisyaratkan kesiapan AS untuk kembali melakukan eskalasi militer jika diplomasi menemui jalan buntu.

Kronologi Konflik

Konflik terbuka sempat pecah pada 28 Februari lalu, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah target di wilayah Iran yang menyebabkan kerusakan infrastruktur serta jatuhnya korban sipil. Ketegangan tersebut mereda sementara setelah Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April.

Namun, upaya diplomasi sejauh ini belum membuahkan hasil signifikan. Perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan pasti. Di tengah kebuntuan tersebut, AS dilaporkan mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan utama Iran.

Situasi Terkini: Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai dimulai kembali permusuhan, langkah blokade pelabuhan oleh AS menunjukkan situasi yang kian genting. Saat ini, para mediator internasional masih berupaya keras mengorganisir putaran pembicaraan baru guna mencegah perang terbuka kembali pecah.

Hingga saat ini, dunia internasional terus memantau perkembangan di Timur Tengah, mengingat berakhirnya tenggat waktu gencatan senjata pada Rabu malam akan menjadi titik penentu arah konflik kedua negara tersebut. (Sputnik/RIA Novosti/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya