Trump Ancam Bom Infrastruktur Sipil Iran jika tiada Kesepakatan

Wisnu Arto Subari
22/4/2026 07:00
Trump Ancam Bom Infrastruktur Sipil Iran jika tiada Kesepakatan
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan ancaman keras untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran jika kesepakatan damai tidak tercapai sebelum tenggat waktu gencatan senjata pada Rabu (22/4). Ketegangan ini berpusat pada kendali atas Selat Hormuz, jalur air vital yang menjadi urat nadi pasokan minyak dunia.

Dalam wawancara dengan CNBC pada Selasa pagi, Trump secara eksplisit menyatakan kesiapannya untuk memerintahkan serangan udara baru. "Yah, saya memperkirakan akan melakukan pengeboman karena saya pikir itu adalah sikap yang lebih baik untuk memulai. Tapi kami siap. Militer sangat bersemangat," tegas Trump.

Ancaman Terhadap Infrastruktur Sipil

Selain target militer, Trump juga memberikan peringatan yang memicu kekhawatiran internasional mengenai potensi serangan terhadap infrastruktur sipil. Melalui unggahan di Truth Social, ia menyatakan bahwa pengeboman infrastruktur sipil tetap menjadi pilihan strategis jika Teheran menolak kesepakatan yang adil.

"Itu bukan pilihan utama saya, tetapi itu akan merugikan mereka secara militer. Mereka menggunakan jembatan untuk senjata dan pergerakan rudal mereka," kata Trump. Ia menuduh Iran tetap mencoba memindahkan persenjataan meskipun masa gencatan senjata sedang berlangsung.

Poin Utama Ketegangan:
  • Selat Hormuz: Jalur bagi 20 persen pasokan minyak dunia yang saat ini menjadi titik blokade kedua belah pihak.
  • Penyitaan Kapal: AS baru saja menyita kapal kargo Iran, Touska, yang dituduh mencoba menghindari blokade.
  • Tuntutan Kemanusiaan: Trump mendesak pembebasan sekelompok wanita di Iran yang terancam hukuman gantung.

Upaya Diplomasi di Pakistan

Di tengah retorika perang yang memanas, tim negosiator Gedung Putih yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance dijadwalkan berangkat ke Pakistan pada Selasa. Misi ini bertujuan mencari jalan keluar guna mengakhiri konflik yang telah pecah sejak serangan gabungan AS dan Israel pada Februari lalu.

Namun, prospek perdamaian tetap suram. Trump menyatakan kemungkinan besar tidak akan memperpanjang masa gencatan senjata, meskipun ada sedikit kemajuan dalam pembicaraan. Ia bersikeras bahwa Iran harus tunduk pada syarat-syarat yang diajukan Washington untuk bisa kembali menjadi negara yang hebat.

Dampak Ekonomi Global

Ketidakpastian di Selat Hormuz telah menyebabkan harga gas dan energi meroket di pasar internasional. Meskipun sempat ada pengumuman bahwa selat tersebut akan dibuka kembali pada Jumat lalu, situasi berbalik arah setelah Trump bersikeras mempertahankan blokade terhadap pelayaran Iran. Teheran merespons dengan memperketat blokade mereka sendiri, yang semakin mencekik jalur perdagangan global.

Hingga saat ini, dunia internasional terus memantau perkembangan di Washington dan Teheran, mengingat berakhirnya gencatan senjata pada Rabu dini hari dapat memicu eskalasi militer yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (Politico/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya