Israel Langgar Gencatan Senjata, Libanon Siapkan Serangan Balasan

Cahya Mulyana
19/4/2026 17:18
Israel Langgar Gencatan Senjata, Libanon Siapkan Serangan Balasan
Bendera Libanon dan Hizbullah(Anadolu)

- Pemimpin Hizbullah Naim Qassem pada Sabtu (18/4) mengatakan gencatan senjata dengan Israel harus berarti penghentian total agresi, seraya memperingatkan bahwa kelompok tersebut akan membalas pelanggaran Israel di Libanon selatan.

"Tidak ada gencatan senjata dari satu pihak saja," kata Qassem dalam sebuah pernyataan.

Ia mengatakan para pejuang Hizbullah akan menanggapi pelanggaran agresi dengan cara yang sesuai.

Qassem menjelaskkan lima langkah utama, yakni penghentian pertempuran secara permanen di seluruh Libanon, penarikan penuh pasukan Israel, pembebasan tahanan, kembalinya warga yang mengungsi serta rekonstruksi dengan dukungan Arab dan internasional.

Hizbullah, kata dia, belum dikalahkan dan akan terus memperjuangkan pembebasan dan kemerdekaan Libanon.

Qassem juga mengatakan Hizbullah terbuka untuk memulai babak baru untuk bekerja sama dengan Pemerintah Libanon. Ia juga menekankan kesiapan untuk bekerja dengan lembaga-lembaga negara guna memperkuat persatuan nasional dan menjaga kedaulatan.

Gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Libanon mulai berlaku pada tengah malam antara Kamis (16/4) dan Jumat (17/4) waktu setempat, menyusul pengumuman sebelumnya oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Sabtu bahwa pihaknya telah menyerang militan yang mendekati "garis kuning" (yellow line), yang menandai tepi utara dari "zona keamanan" yang ditetapkan Israel di Libanon selatan, dalam satu hari terakhir.

Militer Israel juga mulai membangun lokasi militer baru pada Sabtu di dekat Desa Kfarchouba di sektor timur area perbatasan Libanon selatan, menurut sejumlah saksi mata dan seorang sumber keamanan Libanon.

Sumber keamanan Libanon mengatakan kepada Xinhua bahwa sebuah unit militer Israel, yang terdiri atas buldoser dan ekskavator serta dilindungi sebuah tank Merkava, sedang melakukan pekerjaan pemindahan tanah di sebuah bukit di barat daya Kfarchouba.

Aktivitas tersebut mencakup perataan tanah, penggalian, dan pembangunan tanggul tanah, yang mengindikasikan pendirian pos militer baru yang secara administratif terkait dengan Kfarchouba.

Saksi mata mengidentifikasi lokasi tersebut sebagai bukit "Rbaa al-Teben", sekitar 1,5 km dari garis demarkasi Libanon-Israel dan merupakan area kebun zaitun serta kebun anggur. (Ant/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya