Trump Tegaskan tak Ada Pengerahan Pasukan untuk Ambil Uranium Iran

Putri Rosmalia Octaviyani
18/4/2026 14:19
Trump Tegaskan tak Ada Pengerahan Pasukan untuk Ambil Uranium Iran
Presiden AS Donald Trump.(Dok. Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengerahkan pasukan militer dalam operasi pengambilan uranium Iran. Pernyataan ini muncul di tengah upaya diplomatik yang intens antara Washington dan Teheran.

Dalam wawancara dengan CBS News pada Jumat (17/4), Trump mengklarifikasi mekanisme pemindahan material nuklir Iran tersebut jika kesepakatan tercapai. "Tidak. Tidak ada pasukan. Kami akan turun bersama mereka, lalu kami akan mengambilnya," ujar Trump.

Saat dikonfirmasi mengenai siapa yang akan bertanggung jawab mengeksekusi pengambilan material sensitif tersebut, Trump menjelaskan bahwa proses itu akan melibatkan personel AS yang bekerja sama langsung dengan pihak otoritas Iran. Ia menambahkan bahwa uranium yang telah diambil nantinya akan dipindahkan ke wilayah Amerika Serikat.

Optimisme Kerja Sama Tanpa Perang

Menurut Trump, AS dan Iran akan membangun kerja sama dalam isu nuklir ini karena urgensi untuk berperang akan hilang setelah kesepakatan final tercapai. Namun, ia memberikan catatan tegas bahwa tekanan ekonomi dan militer tidak akan langsung mengendur.

Sebelum kesepakatan tersebut benar-benar terwujud secara formal, Trump menyatakan bahwa militer AS akan tetap melanjutkan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan strategis di Iran. Selain masalah nuklir, Trump juga mengeklaim bahwa Iran telah setuju untuk menghentikan dukungan finansial maupun militer terhadap kelompok-kelompok militan proksi di kawasan Timur Tengah.

Dinamika Perundingan yang Fluktuatif

Hubungan kedua negara dalam sepekan terakhir menunjukkan dinamika yang pasang surut. Pada Sabtu (11/4), delegasi kedua negara sempat menggelar pembicaraan di Islamabad, Pakistan, menyusul pengumuman Trump mengenai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan.

Meski demikian, sehari setelah pertemuan di Islamabad, Wakil Presiden AS JD Vance memberikan pernyataan yang lebih konservatif dengan menyebut bahwa Iran dan AS sebenarnya gagal mencapai kesepakatan konkret dalam perundingan tersebut.

Menanggapi perbedaan situasi tersebut, pada Kamis (16/4), Trump kembali menyuarakan optimisme dan mengindikasikan bahwa pertemuan lanjutan antara Washington dan Teheran dapat berlangsung paling cepat pada akhir pekan ini untuk mematangkan poin-poin kesepakatan yang masih tertunda. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya