Iran Tegaskan Uranium tidak akan Dipindahkan, Bantah Klaim Trump

Haufan Hasyim Salengke
18/4/2026 06:27
Iran Tegaskan Uranium tidak akan Dipindahkan, Bantah Klaim Trump
Personel militer Iran melakukan patroli di Selat Hormuz.(Tasnim)

PEMERINTAH Iran menegaskan bahwa persediaan uranium yang telah diperkaya tidak akan dipindahkan ke negara mana pun, membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang menyebut Teheran bersedia menyerahkannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan posisi tersebut dalam pernyataan resmi kepada televisi pemerintah, Jumat (18/4) waktu setempat.

“Uranium yang telah diperkaya milik Iran tidak akan dipindahkan ke mana pun,” ujar Baqaei.

Pernyataan ini sekaligus menjadi bantahan langsung terhadap klaim Trump yang sebelumnya disampaikan melalui platform Truth Social. Dalam unggahannya, Trump mengatakan bahwa AS akan mengambil seluruh material nuklir yang dihasilkan dari serangan militer sebelumnya.

“Amerika Serikat akan mendapatkan seluruh ‘debu’ nuklir yang dihasilkan oleh pengebom B-2 kami,” tulis Trump, merujuk pada material nuklir yang diklaim terkubur akibat serangan udara AS.

Di sisi lain, dinamika keamanan kawasan juga memengaruhi kebijakan Iran di jalur strategis Selat Hormuz. Kantor berita ISNA melaporkan bahwa sebagian kapal komersial akan diizinkan melintasi selat tersebut, namun dengan kewajiban membayar biaya tertentu, mengutip seorang pejabat terkait di Iran.

Sementara itu, anggota tim negosiasi Iran, Mahmoud Nabavian, mengaitkan kebijakan pembukaan akses di Selat Hormuz dengan situasi gencatan senjata di Libanon.

Ketegangan antara Teheran dan Washington terkait program nuklir Iran kembali meningkat di tengah dinamika kawasan yang belum stabil, termasuk pascaserangan militer dan upaya diplomasi yang masih berlangsung. (MEE/B-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya