Kritik Trump ke Paus Leo Memanas, Iran Pasang Badan

Ferdian Ananda Majni
16/4/2026 13:32
Kritik Trump ke Paus Leo Memanas, Iran Pasang Badan
Paus Leo XIV, Robert Prevost.(Dok. AFP/Pizzoli)

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengkritik Paus Leo XIV atas sikapnya yang menentang perang dengan Iran. Pernyataan keras itu memicu respons dari Vatikan hingga dukungan terbuka dari Iran terhadap Paus.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menilai sikap Paus Leo tidak sejalan dengan kepentingan keamanan global. Ia bahkan secara terbuka mengaku tidak menyukai pemimpin Vatikan tersebut.

"Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa tidak apa-apa memiliki senjata nuklir. Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir, sehingga mereka dapat meledakkan dunia," kata Trump dikutip CNN, Kamis (16/4).

"Saya bukan penggemar Paus Leo,” ucapnya.

Sebelumnya, Paus Leo XIV dikenal vokal mengkritik kebijakan militer AS dan Israel terhadap Iran. Ia juga mengecam retorika keras Trump terhadap rakyat Iran dan menyebutnya sebagai sesuatu yang benar-benar tidak dapat diterima.

Kritik Trump tidak berhenti di situ. Melalui unggahan di platform Truth Social, ia kembali menyerang Paus Leo dengan menyebutnya lemah dalam menghadapi kejahatan dan tidak tepat dalam urusan kebijakan luar negeri.

"Paus Leo lemah dalam hal kejahatan, dan buruk untuk kebijakan luar negeri," tulis Trump.

Ia juga menegaskan penolakannya terhadap pandangan Paus yang dinilainya terlalu lunak terhadap Iran.

"Saya tidak menginginkan seorang paus yang berpikir bahwa Iran boleh memiliki senjata nuklir atau yang berpikir bahwa Amerika menyerang Venezuela adalah hal yang mengerikan," lanjutnya.

"Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat," tambah Trump.

Dalam pernyataan lain, Trump bahkan mengaitkan terpilihnya Paus Leo dengan kepentingan politik terhadap dirinya.

"Hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk berurusan dengan Presiden Donald J. Trump," tulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Paus Leo XIV memilih untuk meredam ketegangan. Saat melakukan perjalanan ke Aljazair, ia menegaskan tidak tertarik terlibat dalam perdebatan politik dengan Trump.

"Saya bukan seorang politikus. Saya tidak berniat untuk berdebat dengannya (Trump). Pesannya masih sama: untuk mempromosikan perdamaian," kata Paus Leo.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak gentar terhadap tekanan politik dari pihak mana pun.

"Yang saya katakan adalah bahwa misi Gereja sangat jelas. Injil mengatakan berbahagialah orang-orang yang menciptakan perdamaian. Saya percaya bahwa Gereja memiliki kewajiban moral untuk berbicara dengan sangat jelas menentang perang dan mendukung perdamaian dan rekonsiliasi," ujarnya.

"Saya tidak takut, baik terhadap pemerintahan Trump, maupun untuk berbicara lantang tentang pesan Injil," sambungnya.

Meski demikian, Trump kembali melanjutkan kritiknya pada Rabu (15/4) melalui media sosial. Ia menyinggung sikap Paus dengan mengangkat isu korban demonstran di Iran.

"Bisakah seseorang memberi tahu Paus Leo bahwa Iran telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata yang tidak bersalah dalam dua bulan terakhir dan bahwa memiliki bom nuklir bagi Iran sama sekali tidak dapat diterima," tulis Trump.

Ia kembali menegaskan ketidaksetujuannya terhadap pandangan Paus.

"Paus Leo mengatakan hal-hal yang salah. Dia sangat menentang apa yang saya lakukan terkait Iran, dan Anda tidak bisa memiliki Iran yang punya senjata nuklir," tegasnya.

Di tengah polemik tersebut, pemerintah Iran justru menyatakan dukungan terhadap Paus Leo XIV. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam keras pernyataan Trump yang dianggap tidak menghormati tokoh agama.

"Penodaan terhadap tokoh-tokoh suci tersebut tidak dapat diterima oleh siapa pun yang mencari kebebasan," tulis Pezeshkian dalam pesannya kepada Paus.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, juga menyampaikan apresiasinya terhadap sikap Paus Leo yang dinilai berani dalam menyuarakan perdamaian.

"Saya menghormati sikap Paus Leo yang tak kenal takut! Ucapan saya tidak takutnya bergema saat beliau mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi semua yang menolak untuk berdiam diri atas pembunuhan orang-orang yang tak bersalah," tulis Ghalibaf.

Ia menambahkan bahwa kepemimpinan Paus Leo telah menginspirasi banyak orang di seluruh dunia dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya