Puluhan Kapal Komersial Terobos Selat Hormuz di Tengah Blokade AS terhadap Iran

Media Indonesia
15/4/2026 08:55
Puluhan Kapal Komersial Terobos Selat Hormuz di Tengah Blokade AS terhadap Iran
Ilustrasi.(Al Jazeera)

SITUASI di Selat Hormuz kian memanas setelah Amerika Serikat (AS) secara resmi memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Meski demikian, laporan terbaru menyebutkan lebih dari 20 kapal komersial tetap melintasi jalur strategis tersebut dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal pada Selasa (14/4/2026), yang mengutip keterangan pejabat AS, kapal-kapal yang melintas terdiri dari kapal kargo, kapal kontainer, hingga kapal tanker. Kapal-kapal ini tetap diizinkan masuk dan keluar dari Teluk Persia selama tujuan akhirnya bukan pelabuhan Iran.

Guna menghindari risiko serangan dari pihak Iran di tengah ketegangan yang meningkat, sejumlah kapal dilaporkan berlayar dengan mematikan transponder atau sistem identifikasi otomatis mereka.

Kegagalan Negosiasi di Islamabad

Ketegangan ini memuncak setelah upaya diplomasi antara Teheran dan Washington menemui jalan buntu. Pada 11 April 2026, kedua negara sempat memulai perundingan di Islamabad, Pakistan. Perundingan ini dilakukan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan awal terkait gencatan senjata selama dua pekan.

Namun, harapan akan deeskalasi sirna pada 12 April 2026. Wakil Presiden AS, JD Vance, selaku kepala delegasi, mengumumkan bahwa negosiasi tersebut gagal mencapai kesepakatan. Delegasi AS pun segera meninggalkan Islamabad tanpa hasil nyata.

Instruksi Blokade Total oleh Donald Trump

Menanggapi kegagalan tersebut, Presiden Trump langsung mengambil langkah drastis pada 12 April dengan memerintahkan blokade total terhadap seluruh kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan Iran.

Selain blokade fisik, Trump menginstruksikan Angkatan Laut AS untuk melacak dan mencegat setiap kapal yang kedapatan membayar biaya transit kepada Iran untuk melintasi Selat Hormuz. Kebijakan ini bertujuan memutus aliran pendapatan Teheran dari jalur pelayaran internasional tersebut.

Blokade militer AS ini dilaporkan mulai berlaku efektif sejak Senin, 13 April 2026, pukul 14:00 waktu setempat. Hingga saat ini, dunia internasional terus memantau dampak kebijakan ini terhadap stabilitas pasokan energi global dan potensi konfrontasi militer di kawasan tersebut. (Sputnik/Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya