Pengamat: Beban Biaya Perang Menggerus Dominasi Global Amerika Serikat

Golda Eksa
14/4/2026 08:17
Pengamat: Beban Biaya Perang Menggerus Dominasi Global Amerika Serikat
Analis geopolitik internasional Sukron Makmun .(Ist)

ESKALASI konflik di Timur Tengah telah memaksa Amerika Serikat (AS) melakukan pergeseran strategis yang berisiko melemahkan pengaruhnya di kawasan lain. Demi menopang operasi di kawasan Teluk Persia, Washington mulai memindahkan aset pertahanan dari Asia Pasifik—termasuk dari Filipina—ke Timur Tengah.

Langkah ini menjadi konsekuensi logis setelah keterlibatan AS dan Israel dalam konfrontasi melawan Iran menguras sumber daya secara masif. Meski gencatan senjata dua pekan telah disepakati sejak 8 April lalu, beban finansial dan kerusakan aset akibat pertempuran yang pecah sejak 28 Februari silam dilaporkan tetap membebani keuangan Gedung Putih.

Analis geopolitik internasional Sukron Makmun, Selasa (14/4), memandang keputusan AS untuk memprioritaskan eskalasi militer ketimbang jalur diplomasi sebagai langkah yang kontraproduktif. Menurutnya, dominasi global AS kini berada di titik nadir akibat tekanan ekonomi dari kompetitor Asia dan biaya perang yang tidak masuk akal.

"Iran memang rugi, tapi AS jauh lebih menderita. Bukan hanya soal tentara yang tewas, tapi reputasi dan citra mereka hancur. Pangkalan-pangkalan tua simbol hegemoni yang dibangun puluhan tahun ternyata bisa dihancurkan Iran dalam sekejap," ujar Sukron, yang juga merupakan intelektual muda NU dan Wakil Sekjen PERHATI.

Strategi 'Perang Urat Syaraf' Iran
Sukron, yang memiliki latar belakang studi di Iran, menjelaskan bahwa Teheran menerapkan strategi untuk membuat biaya perang musuh menjadi tidak rasional. Strategi ini tidak berfokus pada kemenangan militer konvensional, melainkan pada ketahanan durasi.

"Iran sadar lawannya lebih kuat. Makanya mereka main waktu dan durasi. Tujuannya agar ekonomi global terganggu dan kantong lawan bolong. Tidak perlu menang telak, cukup pastikan musuh tidak bisa menang. Jika perang panjang, tekanan domestik di AS dan Israel yang akan menjatuhkan mereka sendiri," jelasnya.

Lebih jauh, ia menilai sanksi dan embargo yang dijatuhkan AS justru memicu lahirnya tatanan ekonomi baru. "Embargo justru membuat Iran menjadi pemasok energi murah bagi negara-negara lain. Akibatnya, kompetitor AS bisa produksi lebih murah dan menang saing. Dunia sekarang multipolar, sanksi tidak mematikan, malah memunculkan sistem transaksi alternatif yang meninggalkan dolar," tambahnya.

Dilema Asia Pasifik dan Nasib Filipina
Pengalihan fokus ke Timur Tengah berdampak langsung pada postur militer AS di Asia. Saat ini, AS memiliki setidaknya 13 pangkalan di Filipina di bawah skema Enhanced Defense Cooperation Agreement (EDCA) yang tersebar di lokasi strategis seperti Palawan dan Luzon. Namun, pangkalan-pangkalan tersebut kini kehilangan prioritas.

"AS dipaksa memilih: selamatkan muka di Timur Tengah atau pertahankan pengaruh di Asia? Mereka pilih yang pertama demi gengsi. Akibatnya, pengawasan di Asia berkurang drastis. Ini keuntungan besar bagi kompetitor mereka (China) untuk bergerak bebas," tegas Sukron.

Kekhawatiran senada muncul dari kalangan akademisi Filipina Roland G Simbulan secara terbuka mengkritik kehadiran militer AS yang dinilai berisiko menyeret Manila ke dalam pusaran konflik global yang bukan menjadi kepentingan nasional mereka.

Sukron menyimpulkan bahwa pengalihan fokus militer ini akan menandai berakhirnya superioritas absolut AS di Asia Pasifik. Di saat Washington sibuk menguras pundi-pundi untuk mesin perang, negara-negara kompetitor justru mendapatkan momentum untuk memperkuat industri dan sistem keuangan mereka.

"AS sibuk berperang dan menguras harta, sementara pihak lain justru menuai keuntungan (windfall profit). Industri makin kuat, cadangan energi aman, dan sistem keuangan makin bergeser. Perang memang musibah, tapi bagi yang cerdas membaca peluang, ini adalah berkah," pungkasnya. (P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya