Dubes Iran Klaim Kemenangan Atas AS-Israel, Berikut Pencapaiannya

Media Indonesia
12/4/2026 08:05
Dubes Iran Klaim Kemenangan Atas AS-Israel, Berikut Pencapaiannya
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi (kanan) berbincang dengan pengusaha batik Gunawan Setiawan (kiri) saat berkunjung ke Kampung Batik Kauman, Solo, Jawa Tengah, Rabu (1/4/2026).(Antara/Mohammad Ayudha)

DUTA Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa negaranya meraih kemenangan setelah terlibat konfrontasi bersenjata selama lebih dari 40 hari melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Pernyataan ini muncul menjelang negosiasi perdamaian yang dijadwalkan segera berlangsung di Islamabad, Pakistan.

Boroujerdi menilai kemenangan tersebut terlihat dari sikap AS yang terpaksa menerima 10 kerangka tuntutan gencatan senjata yang diajukan Teheran sebagai landasan negosiasi.

"Iran berhasil memaksakan supaya Amerika menerima 10 persyaratan yang diminta. Iran menunjukkan kepada dunia bahwa AS, dengan terpaksa, menerima syarat-syarat tersebut," ujar Boroujerdi dalam agenda peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4).

Gagalkan Strategi Perang Kilat

Dalam keterangannya, Boroujerdi menyebut Iran berhasil menggagalkan ambisi perang kilat (blitzkrieg) yang diupayakan AS dan Israel. Ia mengeklaim pihak lawan awalnya menargetkan pelumpuhan cepat, termasuk upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Namun, hingga hari ke-40, Iran diklaim mampu mengimbangi serangan tersebut. Boroujerdi memaparkan sejumlah pencapaian militer Iran selama konflik berlangsung:

  • Menghancurkan 17 pangkalan militer milik AS dan Israel.
  • Melumpuhkan sistem pertahanan udara Zionis.
  • Meluncurkan serangan balasan yang menjangkau kota-kota di Israel.

"Syukur kepada Allah SWT karena pada hari ini, Republik Islam Iran meraih kemenangannya. Islam memperoleh kemenangan atas musuh-musuhnya," tambah Dubes Iran tersebut.

10 Poin Kerangka Negosiasi di Islamabad

Keberhasilan menahan serangan bertubi-tubi tersebut menjadi modal bagi Teheran untuk mengajukan sepuluh syarat gencatan senjata. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Majid Takht-Ravanchi, mengonfirmasi bahwa kerangka kerja sepuluh poin tersebut telah diterima sebagai dasar dialog mendatang dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan laporan media pemerintah Iran dan kantor berita Anadolu, beberapa poin krusial dalam 10 syarat tersebut meliputi:

  1. Pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium.
  2. Pencabutan seluruh sanksi ekonomi dari Amerika Serikat.
  3. Penarikan pasukan militer AS dari kawasan Timur Tengah.
  4. Penghentian permusuhan di semua lini, termasuk di Libanon.
  5. Larangan gencatan senjata digunakan sebagai dalih untuk mempersenjatai kembali pihak lawan.

"Iran selalu menyambut diplomasi dan dialog," tegas Takht-Ravanchi. Ia juga mengingatkan bahwa negosiasi ini tidak boleh dijadikan kedok untuk meluncurkan agresi baru di masa depan.

Konteks Diplomatik:

Negosiasi di Islamabad diharapkan menjadi titik balik stabilitas kawasan Timur Tengah setelah ketegangan meningkat drastis dalam 40 hari terakhir. Kehadiran 10 syarat ini menandai posisi tawar Teheran yang menguat di meja diplomasi internasional. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya