Kepala Nuklir Iran: Pengayaan Uranium tidak akan Pernah Berhenti, Tekanan AS dan Israel Gagal

Haufan Hasyim Salengke
10/4/2026 15:43
Kepala Nuklir Iran: Pengayaan Uranium tidak akan Pernah Berhenti, Tekanan AS dan Israel Gagal
Fasilitas nuklir Iran.(Fars)

PEMERINTAH Iran menegaskan tidak akan menghentikan atau membatasi program pengayaan uraniumnya, meskipun berada di bawah tekanan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran menyebut upaya pihak asing untuk mendikte program nuklirnya sebagai angan-angan yang tidak akan pernah terwujud.

Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI), Mohammad Eslami, menyatakan bahwa AS dan Israel tidak akan pernah berhasil membatasi kemajuan nuklir negaranya. Hal ini ditegaskan Eslami di tengah proses negosiasi yang kembali bergulir setelah kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan.

"Pernyataan dan tuntutan musuh yang bertujuan membatasi program pengayaan Iran hanyalah mimpi yang akan mereka bawa hingga ke liang kubur," tegas Eslami dalam pernyataannya, Kamis (26/2) waktu setempat. Ia menambahkan bahwa perang yang dilancarkan AS dan Israel tidak membuahkan hasil, sehingga kini mereka mencoba mencari konsesi melalui meja perundingan.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan diplomatik pascagencatan senjata sementara antara Iran dan AS yang dimediasi Pakistan. Gencatan senjata selama dua pekan itu disepakati setelah 40 hari konflik bersenjata.

Di sisi lain, Gedung Putih kembali menegaskan penolakannya terhadap aktivitas pengayaan uranium di dalam wilayah Iran. Presiden Donald Trump disebut tidak menyetujui proposal 10 poin yang diajukan Teheran sebagai dasar negosiasi.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyebut proposal Iran berbeda dari versi yang dipublikasikan pemerintah Teheran, menandakan masih adanya kesenjangan dalam proses diplomasi.

Namun, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) mengeklaim bahwa hampir seluruh tujuan perang 'Negeri para Mullah' telah tercapai. Dalam pernyataannya, SNSC menyebut Washington terpaksa menerima kerangka proposal Iran, yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan seluruh sanksi, pengakuan hak Iran untuk memperkaya uranium, serta penarikan pasukan AS dari kawasan Asia Barat.

Isu pengayaan uranium domestik memang menjadi titik krusial dalam setiap perundingan antara Teheran dan Washington. Iran bersikukuh bahwa program tersebut merupakan hak kedaulatan nasional dan tidak bertujuan untuk mengembangkan senjata nuklir.

Eslami juga menilai bahwa operasi militer yang dilakukan Israel dan AS terhadap Iran tidak membuahkan hasil. Ia menuding kedua negara kini berupaya mencari konsesi melalui jalur negosiasi. (Fars/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya