Proposal 10 Poin Iran untuk Akhiri Perang dengan AS dan Israel

Wisnu Arto Subari
08/4/2026 13:38
Proposal 10 Poin Iran untuk Akhiri Perang dengan AS dan Israel
Ilustrasi.(Freepik)

IRAN meluncurkan proposal 10 poin yang bertujuan mengakhiri konfliknya dengan Amerika Serikat dan Israel. Proposal itu menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengurangi ketegangan regional sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan jaminan keamanan.

Rencana tersebut, yang disampaikan melalui mediasi Pakistan, muncul ketika Presiden AS Donald Trump menetapkan tenggat waktu tegas bagi Iran untuk mematuhi tuntutannya atau menghadapi gelombang serangan baru yang menargetkan infrastruktur utama.

Apa rencana perdamaian 10 poin Iran?

Proposal Iran adalah kerangka kerja terstruktur untuk mengakhiri perang secara permanen, bukan hanya menghentikannya sementara.

Menurut pejabat Iran dan media pemerintah, elemen-elemen kunci meliputi:

  1. Jaminan bahwa Iran tidak akan diserang lagi.
  2. Pengakhiran permanen perang, bukan hanya gencatan senjata.
  3. Pengakhiran serangan Israel di Libanon dan terhadap sekutu Iran.
  4. Pencabutan semua sanksi AS terhadap Iran.
  5. Iran setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz.
  6. Pengenaan biaya US$2 juta per kapal yang melintasi Hormuz.
  7. Pendapatan dari biaya pengiriman akan dibagi dengan Oman.
  8. Dana akan digunakan untuk rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat perang.
  9. Pembentukan protokol jalur aman melalui Hormuz.
  10. Kerangka kerja yang lebih luas untuk mengakhiri permusuhan regional.

Mengapa Selat Hormuz menjadi pusat proposal ini?

Selat Hormuz adalah salah satu titik rawan energi paling penting di dunia, yang menangani sebagian besar pengiriman minyak dan gas global.

Iran secara efektif membatasi pengiriman melalui selat selama konflik dan mengganggu pasar energi global. Tawaran untuk membuka kembali jalur tersebut merupakan alat tawar-menawar utama dalam negosiasi.

Usulan biaya transit--sekitar US$2 juta per kapal--mencerminkan upaya Teheran untuk memonetisasi kendali atas selat tersebut sekaligus mendanai upaya rekonstruksi.

Apa yang diusulkan AS sebelumnya?

Sebelum langkah terbaru Iran, Amerika Serikat mengajukan kerangka kerja 15 poin melalui perantara Pakistan.

Rencana tersebut dilaporkan mencakup:

  • Gencatan senjata segera
  • Pembukaan kembali Selat Hormuz
  • Pembicaraan menuju kesepakatan perdamaian yang lebih luas dalam 15–20 hari
  • Syarat-syarat yang lebih luas terkait dengan aktivitas regional dan postur militer Iran

Iran menolak proposal tersebut, dengan alasan bahwa gencatan senjata tanpa penyelesaian permanen tidaklah cukup.

Apa yang dikatakan Trump tentang proposal Iran?

Trump mengakui pentingnya proposal Iran tetapi menolaknya dalam bentuknya saat ini.

"Ini proposal yang signifikan. Ini langkah yang signifikan.”

Pada konferensi pers Gedung Putih, Trump memperingatkan bahwa jika Iran gagal memenuhi tuntutan AS pada batas waktu Selasa, serangan besar dapat terjadi.

"Butuh waktu 100 tahun bagi mereka untuk membangun kembali," katanya.

Ia juga mengancam akan menargetkan infrastruktur sipil, termasuk jembatan dan pembangkit listrik, jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali.

Poin-poin penting:

  • Iran telah mengusulkan rencana 10 poin untuk mengakhiri perang
  • Fokusnya adalah pada penyelesaian permanen, bukan gencatan senjata sementara
  • Termasuk pembukaan kembali Hormuz dan tuntutan pencabutan sanksi
  • Memperkenalkan model biaya pengiriman sebesar US$2 juta yang terkait dengan rekonstruksi
  • AS menyebut proposal tersebut “tidak cukup baik”
  • Trump telah menetapkan tenggat waktu untuk kepatuhan atau eskalasi militer

Bagaimana Iran menanggapi tuntutan AS?

Iran telah mengambil sikap tegas, menolak kerangka kerja AS dan mendorong resolusi yang lebih luas.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei menggambarkan proposal AS sebelumnya sebagai, "Sangat berlebihan, tidak biasa, dan tidak logis."

Media pemerintah Iran juga menekankan bahwa proposal terbaru menolak gencatan senjata dan malah menyerukan pengakhiran permanen perang.

Mengapa negosiasi masih buntu?

Meskipun upaya mediasi terus dilakukan, perbedaan utama tetap belum terselesaikan:

  • AS mendesak deeskalasi dan kepatuhan segera
  • Iran menuntut jaminan jangka panjang dan pencabutan sanksi
  • Kedua pihak tetap terpecah mengenai kondisi keamanan regional
  • Dengan tenggat waktu Trump yang semakin dekat, risiko eskalasi lebih lanjut tetap tinggi.

Apa yang akan terjadi selanjutnya?

Negosiasi terus berlanjut melalui perantara, termasuk Pakistan dan aktor regional lain.

Namun, dengan AS menolak proposal Iran sejauh ini dan memperingatkan akan ada serangan yang akan segera terjadi. Situasi tetap tidak stabil. Hasilnya bergantung pada kemajuan diplomatik di menit-menit terakhir. (Gulf News/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya