Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
RUSIA memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) terkait Selat Hormuz yang diajukan oleh sejumlah negara Timur Tengah pada Selasa (7/4).
Moskow menilai rancangan tersebut berpotensi memperburuk eskalasi konflik dengan memberikan legitimasi terhadap tindakan agresif terhadap Iran.
Duta Besar Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, secara tegas menyampaikan penolakan terhadap rancangan resolusi yang dipimpin oleh Bahrain bersama Yordania, Qatar, Kuwait, Emirat Arab, dan Arab Saudi. Ia menyebut proposal tersebut mengandung pendekatan yang tidak tepat dan berbahaya.
Menurut Nebenzia, mitra-mitra Rusia melangkah jauh dari batas yang dapat diterima dengan mengusulkan pendekatan yang dinilainya keliru terhadap situasi kawasan.
"Pada dasarnya, hampir setiap paragraf dari rancangan yang mereka usulkan penuh dengan unsur-unsur yang tidak seimbang, tidak akurat, dan konfrontatif," kata Nebenzia dilansir Anadolu, Rabu (8/4).
Ia juga menilai rancangan tersebut menyajikan narasi sepihak dengan menempatkan Iran sebagai satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan di kawasan, tanpa menyinggung peran pihak lain.
Nebenzia menegaskan bahwa dokumen tersebut menggambarkan tindakan Iran sebagai satu-satunya sumber dari aktivitas destabilisasi dan ketegangan regional, sementara tidak menyebutkan serangan ilegal AS dan Israel yang menargetkan wilayah Iran.
Selain itu, Rusia mengkritik isi resolusi yang dinilai mengabaikan aspek geografis penting terkait Selat Hormuz. Nebenzia menilai terdapat pengabaian yang disengaja terhadap fakta bahwa sebagian besar Selat Hormuz berada di dalam perairan teritorial Iran.
Ia memperingatkan bahwa rancangan resolusi tersebut berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam hukum internasional, termasuk hukum laut, serta dapat merusak upaya global dalam menjaga perdamaian.
Lebih lanjut, Nebenzia menegaskan posisi Rusia yang secara konsisten menentang tindakan militer terhadap Iran.
Ia menyatakan Rusia mengutuk agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta menolak serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil mereka.
Setelah menggunakan hak vetonya, Rusia bersama Tiongkok mengumumkan tengah menyiapkan rancangan resolusi alternatif. Proposal tersebut disebut akan mengedepankan prinsip keseimbangan dan kepatuhan terhadap hukum internasional.
Nebenzia menyatakan bahwa rancangan alternatif tersebut akan ringkas, adil, dan seimbang sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, khususnya mengenai penyelesaian sengketa secara damai, serta akan segera diajukan untuk pemungutan suara.
Langkah Rusia ini kembali menegaskan perbedaan tajam di antara anggota Dewan Keamanan PBB dalam merespons eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait situasi di sekitar Selat Hormuz. (I-2)
Menurut Menbud RI, tahun lalu, Indonesia memproduksi sekitar 250 film dengan penonton lebih dari 80 juta. “Film kita punya potensi besar untuk go international “ ujarnya.
Ilmuwan Tiongkok identifikasi dua mineral langka, magnesiochangesite-(Y) dan changesite-(Ce), dari sampel Bulan misi Chang’e-5. Simak dampaknya bagi sains.
National Gallery Singapore menghadirkan pameran retrospektif pertama He Xiangning di Asia Tenggara, menampilkan 50 karya seni tinta legendaris.
Pakar ITB Yannes Martinus Pasaribu ungkap alasan mobil Tiongkok ungguli merek Jepang di pasar Indonesia, mulai dari fitur melimpah hingga insentif EV.
Pihak Imigrasi mengamankan 29 warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dalam operasi gabungan di kawasan Marina City Waterfront, Batam.
Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan yang terletak di wilayah tengah dan barat daya Tiongkok, direncanakan menjadi lokasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved