Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA organisasi intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Majid Khademi, dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Senin (6/4), menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus memanas di kawasan.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut bahwa Majid Khademi, yang merupakan figur kunci dalam struktur intelijen Iran, tewas akibat serangan udara tersebut.
Khademi diketahui baru menjabat sebagai kepala intelijen IRGC sejak 2025, menggantikan pendahulunya yang juga tewas dalam serangan Israel.
Selama kariernya, Khademi telah menghabiskan puluhan tahun di bidang intelijen dan kontra-spionase, serta dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam aparat keamanan Iran.
Sebelum menduduki posisi puncak, ia memimpin Organisasi Perlindungan Intelijen Garda Revolusi yang berfokus pada pengawasan internal dan operasi kontra-intelijen. Dia juga pernah memegang peran penting di Kementerian Pertahanan Iran.
Organisasi intelijen IRGC sendiri merupakan salah satu institusi keamanan paling berpengaruh di Iran. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam pengawasan domestik serta menghadapi ancaman pengaruh asing, dan kerap beroperasi secara paralel dengan kementerian intelijen sipil.
Insiden ini bukan yang pertama menargetkan pucuk pimpinan intelijen IRGC. Pada 2025, serangan Israel juga menewaskan kepala intelijen IRGC saat itu, Mohammad Kazemi, bersama dua perwira tinggi lainnya.
"Tiga jenderal intelijen yakni Mohammed Kazemi, Hassan Mohaghegh, dan Mohseb Bagheri dibunuh dan gugur sebagai martir," demikian pernyataan IRGC dikutip CNN, Selasa (7/4).
Kematian para pejabat tinggi tersebut turut diumumkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam wawancaranya dengan media Amerika Serikat, Fox News. (H-3)
IRGC bongkar sel tentara bayaran di Azerbaijan Timur, Kerman, & Mazandaran. Ratusan orang ditangkap atas tuduhan spionase dan rencana sabotase ekonomi di Iran
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) resmi memblokade Selat Hormuz. Iran menuding AS melanggar kesepakatan gencatan senjata terkait blokade laut.
Garda Revolusi Iran (IRGC) peringatkan AS bahwa Selat Hormuz kini menjadi "zona bahaya mematikan" bagi kapal militer asing.
IRGC klaim usir dua kapal perusak AS di Selat Hormuz melalui video peringatan, sekaligus membantah pernyataan yang menyebut operasi pembersihan ranjau tetap berjalan sukses.
Militer AS resmi blokade Selat Hormuz dan pelabuhan Iran mulai 13 April 2026. Donald Trump beri peringatan keras, Iran tegaskan tidak akan tunduk.
IRGC tegaskan Iran tak luncurkan rudal selama gencatan senjata dengan AS. Di tengah negosiasi di Islamabad, Israel justru gempur wilayah Libanon selatan
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved