Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa hak eksklusif untuk mengendalikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz harus diserahkan sepenuhnya kepada negara-negara pesisir. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di jalur pelayaran vital tersebut.
Secara geografis, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran global strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan Iran dan Oman, serta berada dalam jarak dekat dengan Uni Emirat Arab.
“Langkah pertama adalah menetapkan prinsip internasional bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah kendali eksklusif negara-negara pesisir,” ujar Jalali dalam wawancara dengan RIA Novosti, Senin (6/4).
Jalali menekankan bahwa Iran, sebagaimana negara pesisir lainnya, memiliki hak fundamental untuk mengekspor minyak secara bebas melalui selat tersebut. Ia memberikan peringatan keras terkait stabilitas distribusi energi di kawasan tersebut.
“Jika hak itu tidak terpenuhi, maka tidak akan ada pihak manapun yang dapat mengekspor minyak melalui jalur tersebut,” tegasnya.
Selain masalah kendali fisik, Jalali juga menyinggung aspek kedaulatan simbolis dan ekonomi, di antaranya:
Saat ini, Parlemen Iran dilaporkan tengah menyusun sistem hukum baru yang akan mengatur secara ketat lalu lintas dan kedaulatan di Selat Hormuz. Langkah ini merupakan respons langsung atas eskalasi konflik yang terjadi sejak awal tahun.
Blokade yang dilakukan Iran terhadap jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global ini telah memicu guncangan ekonomi. Dampak paling nyata adalah lonjakan tajam harga energi global yang mengancam stabilitas ekonomi di berbagai negara importir.
Hingga saat ini, posisi Iran tetap teguh pada pendirian bahwa keamanan dan pengaturan Selat Hormuz adalah otoritas mutlak negara-negara yang berada di pesisir jalur tersebut, tanpa campur tangan kekuatan eksternal. (Sputnik/RIA Novosti/I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
IMO melaporkan 29 serangan kapal sipil di Teluk Persia. Sebanyak 20.000 pelaut terjebak di tengah ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Harga Bitcoin (BTC) menguat ke US$79.500 didorong arus masuk ETF US$250 juta. Simak analisis Indodax terkait dampak ketegangan AS-Iran terhadap kripto.
Nilai tukar rupiah berada di level 17.280 per dolar AS pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran dan data PMI AS terhadap rupiah.
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya untuk mencapai kesepakatan abadi dengan Iran guna memastikan Teheran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved