Dubes Iran: Selat Hormuz Harus Dikendalikan Negara Pesisir

Media Indonesia
07/4/2026 12:38
Dubes Iran: Selat Hormuz Harus Dikendalikan Negara Pesisir
Ilustrasi.(Freepik)

DUTA Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, menegaskan bahwa hak eksklusif untuk mengendalikan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz harus diserahkan sepenuhnya kepada negara-negara pesisir. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang terus meningkat di jalur pelayaran vital tersebut.

Secara geografis, Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran global strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini berbatasan langsung dengan wilayah kedaulatan Iran dan Oman, serta berada dalam jarak dekat dengan Uni Emirat Arab.

“Langkah pertama adalah menetapkan prinsip internasional bahwa lalu lintas kapal di Selat Hormuz berada di bawah kendali eksklusif negara-negara pesisir,” ujar Jalali dalam wawancara dengan RIA Novosti, Senin (6/4).

Tuntutan Kebebasan Ekspor Minyak

Jalali menekankan bahwa Iran, sebagaimana negara pesisir lainnya, memiliki hak fundamental untuk mengekspor minyak secara bebas melalui selat tersebut. Ia memberikan peringatan keras terkait stabilitas distribusi energi di kawasan tersebut.

“Jika hak itu tidak terpenuhi, maka tidak akan ada pihak manapun yang dapat mengekspor minyak melalui jalur tersebut,” tegasnya.

Selain masalah kendali fisik, Jalali juga menyinggung aspek kedaulatan simbolis dan ekonomi, di antaranya:

  • Identitas Geografis: Kapal-kapal yang melintas diwajibkan menggunakan nama geografis Teluk Persia sebagai syarat izin melintas.
  • Kompensasi dan Sanksi: Iran mengusulkan adanya jaminan pembelian produk-produk Iran serta pembentukan mekanisme pembayaran yang berada di luar skema sanksi internasional.

Regulasi Baru dan Dampak Global

Saat ini, Parlemen Iran dilaporkan tengah menyusun sistem hukum baru yang akan mengatur secara ketat lalu lintas dan kedaulatan di Selat Hormuz. Langkah ini merupakan respons langsung atas eskalasi konflik yang terjadi sejak awal tahun.

Konteks Krisis: Iran mulai membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Teheran yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Blokade yang dilakukan Iran terhadap jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global ini telah memicu guncangan ekonomi. Dampak paling nyata adalah lonjakan tajam harga energi global yang mengancam stabilitas ekonomi di berbagai negara importir.

Hingga saat ini, posisi Iran tetap teguh pada pendirian bahwa keamanan dan pengaturan Selat Hormuz adalah otoritas mutlak negara-negara yang berada di pesisir jalur tersebut, tanpa campur tangan kekuatan eksternal. (Sputnik/RIA Novosti/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya