Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik bersenjata di Timur Tengah, khususnya yang melibatkan Iran, telah memicu guncangan hebat pada pasar energi global dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga minyak dan gas yang signifikan mulai menimbulkan kekhawatiran mendalam di kalangan ekonom bahwa resesi global mungkin tidak lagi terhindarkan jika biaya energi tetap tinggi dalam jangka panjang.
Kepala Ekonom Moody's, Mark Zandi, menyatakan bahwa resesi kini kembali menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi dunia. Berdasarkan model ekonomi terbaru, Moody's menempatkan probabilitas terjadinya resesi dalam 12 bulan ke depan sebesar 49%. Angka ini didorong oleh pelemahan pasar kerja dan lonjakan biaya energi yang konsisten mendahului hampir setiap resesi sejak Perang Dunia II.
Pada perdagangan Selasa (17/3/2026), minyak mentah Brent sebagai patokan internasional telah merangkak naik di atas US$102 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate (WTI) melonjak melampaui US$95 per barel. Meski masih di bawah rekor tertinggi, tren kenaikan ini dianggap sangat mengkhawatirkan.
Skenario yang lebih mengerikan datang dari Teheran. Ebrahim Zolfaqari, juru bicara militer Iran, memperingatkan bahwa harga minyak bisa menyentuh US$200 per barel jika tekanan militer terhadap Iran terus berlanjut. Ancaman blokade di Selat Hormuz menjadi kartu kunci, mengingat jalur ini dilalui oleh 20% perdagangan minyak global.
Goldman Sachs mencatat bahwa gangguan di jalur ini memiliki dampak 17 kali lebih besar dibandingkan gangguan produksi akibat invasi Rusia ke Ukraina pada 2022. Jika Iran terus mengganggu pengiriman hingga Maret, harga minyak diprediksi melampaui puncak sejarah tahun 2008 yang berada di level US$147 per barel.
Di Amerika Serikat, dampak kenaikan harga energi sudah mulai terasa pada angka inflasi. Biaya bahan bakar minyak melonjak 11,1% hanya dalam periode Januari hingga Februari 2026. Kondisi ini diperparah dengan hilangnya 92.000 pekerjaan nonpertanian pada Februari yang melambungkan tingkat pengangguran menjadi 4,4%.
Situasi ini menempatkan Federal Reserve dalam posisi sulit. Bank sentral AS tersebut dijadwalkan mengakhiri pertemuan kebijakannya pada Rabu besok. Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5% hingga 3,75% guna menyeimbangkan tekanan inflasi energi dengan risiko perlambatan ekonomi yang semakin nyata. (Forbes/I-2)
| Indikator Ekonomi | Data Terbaru (Feb-Mar 2026) |
|---|---|
| Harga Minyak Brent | > $102 / barel |
| Peluang Resesi (Moody's) | 49% dalam 12 bulan |
| Tingkat Pengangguran AS | 4,4% |
| Kenaikan Biaya BBM | 11,1% (Jan-Feb) |
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
IMO melaporkan 29 serangan kapal sipil di Teluk Persia. Sebanyak 20.000 pelaut terjebak di tengah ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Harga Bitcoin (BTC) menguat ke US$79.500 didorong arus masuk ETF US$250 juta. Simak analisis Indodax terkait dampak ketegangan AS-Iran terhadap kripto.
Nilai tukar rupiah berada di level 17.280 per dolar AS pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran dan data PMI AS terhadap rupiah.
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya untuk mencapai kesepakatan abadi dengan Iran guna memastikan Teheran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved