Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Warisan Budaya dan Pariwisata Iran mengungkapkan data memprihatinkan terkait dampak serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel yang dimulai sejak 28 Februari 2026.
Hingga Selasa (17/3/2026), tercatat sebanyak 108 situs bersejarah dan budaya di berbagai wilayah Iran mengalami kerusakan akibat gelombang ledakan dan serangan langsung.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa sebaran kerusakan situs ini terkonsentrasi di pusat-pusat kebudayaan utama Iran. Sebanyak 60 situs berada di Teheran, 19 situs di Isfahan, dan 12 situs lain di provinsi Kurdistan.
Konflik ini meletus setelah AS dan Israel melancarkan operasi militer bersama yang menargetkan sejumlah titik strategis di Iran. Serangan tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, tetapi juga menyebabkan jatuhnya korban sipil dan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Iran telah melakukan aksi balasan dengan menyerang wilayah Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah, yang semakin memperluas zona konflik dan mengancam lebih banyak situs bersejarah di kawasan tersebut.
Direktur Kompleks Warisan Dunia Istana Golestan, Afarin Emami, menyatakan bahwa sebagian besar koleksi museum dan artefak berharga telah dievakuasi ke lokasi penyimpanan aman beberapa pekan sebelum eskalasi memuncak. Namun, ia menekankan bahwa struktur bangunan bersejarah itu sendiri adalah artefak yang tidak mungkin dipindahkan.
UNESCO berulang kali mengingatkan semua pihak yang bertikai untuk menghormati Konvensi Den Haag tentang Perlindungan Kekayaan Budaya dalam Konflik Bersenjata. Namun, penggunaan persenjataan berat di area perkotaan padat sejarah membuat kerusakan kolateral menjadi sulit dihindari.
| Wilayah | Jumlah Situs Rusak |
|---|---|
| Teheran (Ibu Kota) | 60 |
| Isfahan | 19 |
| Kurdistan | 12 |
| Wilayah Lain | 17 |
1. Apakah Istana Golestan hancur total?
Tidak, laporan menyebutkan kerusakan terjadi pada elemen dekoratif seperti kaca, jendela, dan ubin akibat gelombang kejut ledakan di sekitarnya. Namun struktur utama masih berdiri.
2. Berapa banyak situs UNESCO di Iran yang terdampak?
Hingga pertengahan Maret 2026, setidaknya empat situs Warisan Dunia UNESCO terkonfirmasi mengalami kerusakan.
3. Bagaimana nasib artefak di dalam museum Iran?
Sebagian besar artefak portabel telah dipindahkan ke bunker penyimpanan yang aman sebelum serangan udara besar-besaran terjadi. (Anadolu/Tasnim/Sputnik/UNESCO World Heritage Centre/Ant/I-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
IMO melaporkan 29 serangan kapal sipil di Teluk Persia. Sebanyak 20.000 pelaut terjebak di tengah ketegangan Iran, AS, dan Israel.
Harga Bitcoin (BTC) menguat ke US$79.500 didorong arus masuk ETF US$250 juta. Simak analisis Indodax terkait dampak ketegangan AS-Iran terhadap kripto.
Nilai tukar rupiah berada di level 17.280 per dolar AS pada Jumat (24/4). Simak analisis dampak ketegangan AS-Iran dan data PMI AS terhadap rupiah.
Presiden AS Donald Trump menegaskan ambisinya untuk mencapai kesepakatan abadi dengan Iran guna memastikan Teheran tidak pernah memiliki senjata nuklir.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved