Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekecewaannya terhadap negara-negara sekutu NATO yang dianggap tidak bersemangat dalam upaya mengamankan Selat Hormuz. Jalur pelayaran vital tersebut saat ini lumpuh akibat serangan Iran di tengah berkecamuknya perang di Timur Tengah.
Trump mengkritik respons "setengah hati" dari negara-negara kekuatan dunia saat ia menyerukan pengiriman kapal perang untuk mengawal kapal tanker. Padahal, sekitar seperlima pasokan minyak mentah global melewati selat tersebut. Kelumpuhan jalur ini telah memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 40%-50%.
"Kami sangat mendorong negara-negara lain untuk terlibat bersama kami, terlibat dengan cepat, dan dengan antusiasme yang besar," tegas Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Senin waktu setempat.
Bagi Trump, komitmen militer dari sekutu bukan sekadar formalitas. "Tingkat antusiasme itu penting bagi saya," tambahnya.
Meskipun Trump berharap keterlibatan penuh, para pemimpin Eropa justru menarik garis tegas. Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyatakan London memang sedang menyusun rencana untuk membuka kembali selat tersebut, namun ia secara eksplisit menolak misi di bawah bendera NATO.
Nada serupa datang dari Berlin. Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan keterlibatan militer Jerman sama sekali tidak masuk dalam pertimbangan. "Masalah bagaimana Jerman mungkin berkontribusi secara militer tidak akan muncul. Kami tidak akan melakukannya," ujar Merz.
Penolakan ini tidak hanya datang dari Inggris dan Jerman. Negara-negara lain seperti Jepang, Australia, Polandia, Spanyol, Yunani, hingga Swedia juga menjauhkan diri dari keterlibatan militer langsung di Selat Hormuz. Uni Eropa pun menunjukkan "kurangnya gairah" untuk memperluas misi angkatan laut mereka di Laut Merah ke wilayah Hormuz.
Ketegangan diplomatik ini mulai mengancam stabilitas internal aliansi. Trump bahkan memperingatkan penolakan untuk membantu ini akan berakibat "sangat buruk bagi masa depan NATO."
Di sisi lain, Teheran tetap menunjukkan sikap menantang meskipun serangan udara Israel mulai menghantam ibu kota Iran dan kota-kota besar lainnya seperti Shiraz dan Tabriz. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan negaranya tidak akan ragu untuk membela diri.
"Saat ini mereka seharusnya sudah memahami bangsa seperti apa yang mereka hadapi, bangsa yang tidak ragu untuk membela diri dan siap melanjutkan perang ke mana pun arahnya," ujar Araghchi.
Kondisi di lapangan semakin mengkhawatirkan dengan adanya serangan drone dan rudal yang menyasar infrastruktur minyak di Dubai, Abu Dhabi, hingga Fujairah. Sementara itu, di front lain, Israel telah mengumumkan "operasi darat terbatas" terhadap Hezbollah di Lebanon selatan untuk memperkuat pertahanan mereka. (AFP/Z-2)
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Raja Charles III sampaikan pidato krusial di depan Kongres AS. Tekankan pentingnya aliansi NATO, krisis iklim, hingga dukungan untuk Ukraina di tengah tensi politik.
AS menangguhkan pengiriman senjata HIMARS dan Javelin ke Estonia akibat konflik dengan Iran. Simak dampak geopolitik bagi NATO dan Finlandia di sini.
Presiden AS Donald Trump menyebut negara Timur Tengah seperti UEA sebagai sekutu yang lebih baik dibanding NATO. Ia mempertimbangkan tarik AS dari NATO.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Medvedev menyebut pernyataan Trump itu hanya sekadar “gertakan”.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved