Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN konflik di Timur Tengah dinilai sangat bergantung pada sikap Iran dan Amerika Serikat (AS). Pengamat Timur Tengah Smith Alhadar menilai peluang deeskalasi masih ada, namun sangat dipengaruhi oleh kesediaan kedua pihak untuk memenuhi syarat penghentian perang. Bahkan keputusan utama berada di tangan Iran.
"Semua bergantung pada Iran. Melalui Rusia dan Tiongkok, Trump telah meminta Iran menghentikan perang yang kini mengancam stabilitas regional, global, dan inflasi di AS yang menggerus daya beli masyarakatnya akibat kenaikan harga BBM yang cukup signifikan," kata Alhadar dihubungi Media Indonesia, Kamis (12/3).
Menurutnya, Iran bersedia menghentikan perang jika tiga syarat utama dipenuhi oleh Amerika Serikat. "Iran bersedia menghentikan tiga syarat. Pertama, pernyataan tertulis yang menyatakan tidak akan menyerang Iran lagi. Kedua, mencabut sanksi dan Iran bebas menjalankan program nuklir tanpa batasan. Ketiga, ganti rugi," ujarnya.
Namun, ia menilai tuntutan tersebut sulit dipenuhi oleh pemerintah Presiden AS Donald Trump.
"AS akan sulit memenuhi tuntutan Iran ini karena sama artinya Trump mengakui kekalahan AS. Padahal, Trump ingin mengakhiri perang secara cepat deklarasi kemenangan," ucap Alhadar.
Ia menambahkan, jika tuntutan Iran tidak dipenuhi, maka konflik kemungkinan akan terus berlanjut.
"Jadi, kalau tuntutan Iran tak dipenuhi, perang akan berlanjut dan AS tidak bisa mengeklaim kemenangan. Iran yang merasa dikhianati, pemimpinnya dibunuh, dan mengalami kerugian besar akibat agresi AS-Israel, tak akan menerima penghentian perang tanpa AS dan Israel luput dari tanggung jawab mereka," jelasnya.
Menurut Alhadar, posisi Iran saat ini juga cukup kuat, baik secara internal maupun dalam hubungan regional dan internasional.
"Kebetulan Iran dalam posisi kuat secara internal, regional, dan internasional," katanya.
Ia juga menilai upaya Amerika Serikat untuk mengajak Iran berunding tanpa menyetujui tiga syarat tersebut hampir pasti akan ditolak.
"Tawaran AS untuk berunding tanpa persetujuan terhadap 3 syarat di atas pasti ditolak Iran karena sebelumnya dua kali AS membohongi Iran saat perundingan sedang berjalan dan Iran sudah menawarkan konsesi," ujarnya.
Dampak terhadap Energi Global dan Indonesia
Alhadar juga mengingatkan bahwa konflik yang berlarut-larut dapat berdampak besar terhadap pasokan energi dunia, terutama jika Iran terus menutup Selat Hormuz.
"Yang sudah pasti, dalam beberapa hari mendatang stok cadangan BBM kita, bahkan seluruh negara ASEAN, akan habis kalau perang masih berlangsung karena Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang kilang minyak di negara Arab Teluk," terang Alhadar.
Ia menyebut International Energy Agency (IEA) telah menyatakan kesiapannya untuk melepas cadangan minyak guna menahan lonjakan harga energi global.
"Asosiasi Energi Internasional yang memiliki stok 400 juta barel berjanji akan membanjiri pasar untuk menahan lonjakan harga minyak dunia," ujarnya.
Indonesia, lanjutnya, berpeluang memperoleh jatah dari pelepasan cadangan tersebut, meskipun dengan harga yang tetap tinggi.
"RI bisa mendapat jatah pembelian dari pelepasan stok ini meskipun harganya tetap mahal dan hanya bisa bertahan selama 2 bulan. Tidak ada cara lain bagi keamanan energi nasional kecuali dengan berhemat dan menunggu perang diakhiri," lanjut Alhadar.
Ia juga memperingatkan situasi bisa semakin memburuk jika Amerika Serikat dan Israel meningkatkan tekanan militer terhadap Iran.
"Keadaan bisa lebih buruk bila AS dan Israel melakukan eskalasi untuk menekan Iran karena Iran tidak dalam posisi untuk mengalah berapa pun ongkos perang yang harus dibayarnya," ujarnya.
Alhadar menekankan bahwa penyelesaian konflik kembali bergantung pada kesediaan Washington untuk mempertimbangkan tuntutan Iran. "Lagi-lagi bergantung pada kemauan AS untuk menyetujui tuntutan Iran karena Selat Hormuz adalah teritori Iran dan Oman berdasar pada Konvensi PBB tentang Hukum Laut," jelasnya, merujuk pada United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).
Ia menambahkan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut dijaga ketat oleh Iran dan sulit dibuka secara paksa tanpa memicu krisis global yang lebih besar.
"Dan selat sempit ini dijaga ketat oleh Iran yang nyaris mustahil bisa dibuka paksa oleh AS dan sekutunya tanpa menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi stabilitas ekonomi, politik, keamanan global," pungkasnya. (Fer/P-3)
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
KEMENTERIAN Luar Negeri Iran pada Selasa (21/4) mengecam keras penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh pasukan Amerika Serikat (AS),
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa upaya untuk mengambil kembali persediaan uranium Iran yang telah diperkaya akan menjadi proses yang tidak mudah.
Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sampai tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Militer Israel konfirmasi keaslian foto tentaranya hancurkan patung Yesus di Libanon selatan. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved