Iran Enggan Jadi Boneka AS

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 16:23
Iran Enggan Jadi Boneka AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(IRNA)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian, pada Senin (20/4) menyerukan pemanfaatan semua jalur rasional dan diplomatik untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan. Ia menegaskan bahwa konflik bersenjata bukanlah kepentingan pihak mana pun.

"Sambil melawan ancaman, setiap jalur rasional dan diplomatik harus digunakan untuk mengurangi ketegangan," kata Pezeshkian dalam pernyataannya dikutip oleh Islamic Republic News Agency (IRNA), Senin (20/4).

Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan. "Pada saat yang sama, ketidakpercayaan terhadap musuh dan kewaspadaan dalam interaksi adalah kebutuhan yang tak terbantahkan," sebutnya.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan bahwa Teheran saat ini tidak memiliki rencana untuk melanjutkan putaran pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Dalam pernyataannya yang dimuat oleh Tasnim News Agency, Baqaei menegaskan sikap tegas pemerintah Iran. "Republik Islam Iran tidak menerima tenggat waktu atau ultimatum apa pun dalam mengejar kepentingan nasionalnya," ujarnya.

Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons secara tegas jika terjadi eskalasi baru. "Penjagaan kepentingan nasional akan terus berlanjut selama diperlukan, dan jika terjadi petualangan baru oleh Amerika Serikat atau rezim Israel, angkatan bersenjata akan merespons dengan kekuatan penuh dan kekuatan yang menentukan," tambahnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan dari dua sumber Pakistan yang mengetahui proses mediasi, yang menyebutkan bahwa delegasi Iran berencana menghadiri putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Teheran dan Washington telah menggelar putaran pertama negosiasi di Islamabad pada 12 April, namun pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.

Kedua pihak juga sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan, setelah berminggu-minggu ketegangan sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan aksi balasan dengan menargetkan Israel serta negara-negara di kawasan yang menampung aset militer Amerika Serikat. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya