Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian, pada Senin (20/4) menyerukan pemanfaatan semua jalur rasional dan diplomatik untuk meredakan ketegangan yang meningkat di kawasan. Ia menegaskan bahwa konflik bersenjata bukanlah kepentingan pihak mana pun.
"Sambil melawan ancaman, setiap jalur rasional dan diplomatik harus digunakan untuk mengurangi ketegangan," kata Pezeshkian dalam pernyataannya dikutip oleh Islamic Republic News Agency (IRNA), Senin (20/4).
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan. "Pada saat yang sama, ketidakpercayaan terhadap musuh dan kewaspadaan dalam interaksi adalah kebutuhan yang tak terbantahkan," sebutnya.
Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyampaikan bahwa Teheran saat ini tidak memiliki rencana untuk melanjutkan putaran pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya yang dimuat oleh Tasnim News Agency, Baqaei menegaskan sikap tegas pemerintah Iran. "Republik Islam Iran tidak menerima tenggat waktu atau ultimatum apa pun dalam mengejar kepentingan nasionalnya," ujarnya.
Ia juga memperingatkan bahwa Iran akan merespons secara tegas jika terjadi eskalasi baru. "Penjagaan kepentingan nasional akan terus berlanjut selama diperlukan, dan jika terjadi petualangan baru oleh Amerika Serikat atau rezim Israel, angkatan bersenjata akan merespons dengan kekuatan penuh dan kekuatan yang menentukan," tambahnya.
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan dari dua sumber Pakistan yang mengetahui proses mediasi, yang menyebutkan bahwa delegasi Iran berencana menghadiri putaran kedua pembicaraan dengan Amerika Serikat.
Sebelumnya, Teheran dan Washington telah menggelar putaran pertama negosiasi di Islamabad pada 12 April, namun pertemuan tersebut berakhir tanpa kesepakatan.
Kedua pihak juga sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 8 April, yang dimediasi oleh Pakistan, setelah berminggu-minggu ketegangan sejak serangan AS-Israel terhadap Iran pada akhir Februari.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan aksi balasan dengan menargetkan Israel serta negara-negara di kawasan yang menampung aset militer Amerika Serikat. (Fer/P-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved