Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan bahwa Teheran siap meningkatkan langkah militernya di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat atau AS menjelang berakhirnya masa gencatan senjata.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan Iran akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya jika tidak tercapai kesepakatan sebelum gencatan senjata dua pekan berakhir pada Rabu (22/4).
Ketegangan kedua negara semakin meningkat seiring ketidakpastian mengenai putaran kedua perundingan damai yang direncanakan berlangsung di Islamabad.
Situasi diperkeruh oleh penyitaan kapal berbendera Iran oleh AS di dekat Selat Hormuz, yang memicu kemarahan Teheran serta berdampak pada kenaikan harga minyak global.
Dilansir dari Al Jazeera, Selasa (21/4) disebutkan bahwa belum ada kepastian mengenai keikutsertaan Iran dalam pembicaraan tersebut.
"Tidak ada konfirmasi resmi apakah Iran akan ikut serta dalam pembicaraan di Islamabad," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai peluang diplomasi masih terbuka.
"Kita tahu bahwa Iran telah mencoba untuk tetap membuka pintu diplomasi, jadi masih ada kemungkinan," tambahnya.
Dalam pernyataan yang diunggah di platform X, Ghalibaf mengkritik keras langkah Washington. Ia menuduh AS menerapkan pengepungan dan melanggar gencatan senjata.
"Kami tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua minggu terakhir, kami telah bersiap untuk mengungkapkan kartu baru di medan perang," tegasnya.
Menurut Asadi, sikap tersebut menunjukkan pesan yang kompleks dari Iran.
"Ini adalah pesan yang campur aduk, yang mengatakan Iran siap untuk negosiasi tetapi bukan dengan syarat yang dipaksakan oleh AS," jelasnya.
Ia juga menyoroti bahwa proses perundingan tidak akan berjalan mudah karena masih banyak isu yang menjadi perdebatan, mulai dari Selat Hormuz, sanksi, kompensasi perang, program rudal balistik, hingga hubungan regional Iran.
Sementara itu, Trump tetap optimistis Iran akan kembali ke meja perundingan, namun juga menyampaikan ancaman jika hal tersebut tidak terjadi.
"Baiklah, mereka akan bernegosiasi, dan jika tidak, mereka akan menghadapi masalah yang belum pernah mereka lihat sebelumnya," katanya dalam wawancara dengan program radio John Fredericks Show.
Dalam pernyataan lain kepada PBS News, Trump memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat memicu eskalasi militer. Ia bahkan menyebut kemungkinan meningkatnya serangan.
"Jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan, maka banyak bom akan mulai meledak," ujarnya.
Trump juga kembali menegaskan bahwa tujuan utama AS adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir. "Semoga mereka akan membuat kesepakatan yang adil, dan mereka akan membangun kembali negara mereka, tetapi ketika mereka melakukannya, mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," katanya. (H-4)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved