Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump tidak memiliki dasar pembenaran untuk merampas hak-hak nuklir Iran.
Pernyataan tersebut muncul di tengah perselisihan yang terus berlanjut antara Washington dan Teheran mengenai isu-isu nuklir. Melansir laporan dari Iranian Student News Agency pada Minggu (19/4), Pezeshkian mempertanyakan kewenangan AS dalam membatasi hak negaranya.
"Trump mengatakan Iran tidak dapat memanfaatkan hak nuklirnya, namun tidak menyebutkan untuk kejahatan apa. Siapakah dia yang berani merampas hak-hak suatu bangsa?," ujar Pezeshkian.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Iran sendiri sebelumnya telah membantah bahwa mereka sedang mengembangkan senjata semacam itu, namun secara tegas menolak adanya pembatasan terhadap program nuklir mereka. (Al Arabiya/Ndf)
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Ketegangan AS-Iran memuncak. Teheran tegaskan Selat Hormuz tetap tertutup akibat blokade laut AS, sementara dua kapal kargo dilaporkan disita oleh pasukan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik kemunafikan AS terkait blokade pelabuhan. Ketegangan meningkat setelah Iran menyita dua kapal kargo di Selat Hormuz.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Ia mengabaikan blokade AS di Selat Hormuz, dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut justru akan menimbulkan masalah bagi AS, bukan Iran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved