Negosiasi Memanas, AS Minta Verifikasi Ketat atas Kesepakatan Iran

Ferdian Ananda Majni
20/4/2026 16:15
Negosiasi Memanas, AS Minta Verifikasi Ketat atas Kesepakatan Iran
Hotel Serena, di Islamabad, Pakistan, tempat negosiasi AS-Iran.(Aljazeera)

DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz menyampaikan bahwa Washington tidak akan mengandalkan kepercayaan dalam menghadapi Iran, di tengah upaya baru untuk melanjutkan perundingan guna mengakhiri konflik.

Dalam wawancara di program CBS News, Waltz menyatakan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai harus memiliki mekanisme pengawasan yang ketat. "Kesepakatan apa pun yang dihasilkan dari ini harus benar-benar dapat diverifikasi dan dapat ditegakkan," kata Waltz.

Ia menambahkan bahwa pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa para pejabat Amerika akan menuju Pakistan untuk melanjutkan diskusi dengan Iran. Namun, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran masih belum memastikan keikutsertaannya dalam pertemuan tersebut.

Mengenai format pertemuan berikutnya, apakah hanya akan menyampaikan tuntutan Amerika Serikat atau melibatkan negosiasi lebih mendalam, Waltz menyebut pertemuan itu kemungkinan akan mengacu pada kerangka yang telah diajukan sebelumnya oleh Wakil Presiden JD Vance dalam putaran pertama pembicaraan.

Diketahui, perundingan awal berlangsung di Islamabad pada 11-12 April lalu yang dipimpin oleh Vance, berakhir tanpa kesepakatan. Waltz juga menyoroti bahwa saat ini terjadi tingkat keterlibatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara kedua negara, termasuk keterlibatan langsung wakil presiden AS serta pembahasan terkait gencatan senjata di kawasan.

Di sisi lain, ia menilai kondisi Iran semakin tertekan, baik secara ekonomi maupun diplomatik. Menurutnya, posisi Iran di panggung internasional, termasuk di United Nations, kian melemah.

Waltz menyebut Iran kini memiliki daya tawar yang terbatas, dan meyakini bahwa pada akhirnya Teheran akan kembali ke meja perundingan serta menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir.

Menanggapi pentingnya peran Wakil Presiden dalam proses ini, Waltz menegaskan keseriusan Washington. "Keterlibatan wakil presiden menunjukkan tingkat keterlibatan dari pihak AS, bahwa kami benar-benar serius," pungkasnya. (Fer/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya