Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DUTA Besar Amerika Serikat (AS) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Mike Waltz menyampaikan bahwa Washington tidak akan mengandalkan kepercayaan dalam menghadapi Iran, di tengah upaya baru untuk melanjutkan perundingan guna mengakhiri konflik.
Dalam wawancara di program CBS News, Waltz menyatakan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai harus memiliki mekanisme pengawasan yang ketat. "Kesepakatan apa pun yang dihasilkan dari ini harus benar-benar dapat diverifikasi dan dapat ditegakkan," kata Waltz.
Ia menambahkan bahwa pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa para pejabat Amerika akan menuju Pakistan untuk melanjutkan diskusi dengan Iran. Namun, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran masih belum memastikan keikutsertaannya dalam pertemuan tersebut.
Mengenai format pertemuan berikutnya, apakah hanya akan menyampaikan tuntutan Amerika Serikat atau melibatkan negosiasi lebih mendalam, Waltz menyebut pertemuan itu kemungkinan akan mengacu pada kerangka yang telah diajukan sebelumnya oleh Wakil Presiden JD Vance dalam putaran pertama pembicaraan.
Diketahui, perundingan awal berlangsung di Islamabad pada 11-12 April lalu yang dipimpin oleh Vance, berakhir tanpa kesepakatan. Waltz juga menyoroti bahwa saat ini terjadi tingkat keterlibatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara kedua negara, termasuk keterlibatan langsung wakil presiden AS serta pembahasan terkait gencatan senjata di kawasan.
Di sisi lain, ia menilai kondisi Iran semakin tertekan, baik secara ekonomi maupun diplomatik. Menurutnya, posisi Iran di panggung internasional, termasuk di United Nations, kian melemah.
Waltz menyebut Iran kini memiliki daya tawar yang terbatas, dan meyakini bahwa pada akhirnya Teheran akan kembali ke meja perundingan serta menghentikan ambisi pengembangan senjata nuklir.
Menanggapi pentingnya peran Wakil Presiden dalam proses ini, Waltz menegaskan keseriusan Washington. "Keterlibatan wakil presiden menunjukkan tingkat keterlibatan dari pihak AS, bahwa kami benar-benar serius," pungkasnya. (Fer/P-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved