Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi IX DPR RI, Vita Ervina, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat, terkoordinasi, dan transparan dalam menangani kasus hilangnya tiga Anak Buah Kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi menyusul meledaknya kapal tugboat Musaffah 2 pada Jumat (6/3).
Vita menilai, eskalasi konflik di Timur Tengah, terutama ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang berdampak pada stabilitas Selat Hormuz telah menimbulkan risiko fatal bagi keselamatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor maritim.
“Keselamatan WNI, khususnya para pekerja migran Indonesia yang bekerja sebagai ABK, harus menjadi prioritas utama negara. Pemerintah harus memastikan proses pencarian dilakukan secara maksimal, serta memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban,” harapnya.
Lebih lanjut dia menilai, peristiwa itu menjadi pengingat serius bahwa pekerja migran Indonesia yang bekerja di wilayah dengan risiko konflik tinggi membutuhkan sistem perlindungan yang lebih kuat. Baik dari sisi penempatan, pemantauan kondisi kerja, hingga mitigasi risiko di kawasan rawan konflik.
Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan itu juga meminta Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), serta lembaga terkait untuk meningkatkan koordinasi dengan otoritas negara setempat, maupun perusahaan pelayaran. Guna memastikan proses pencarian berjalan optimal.
“Negara harus hadir secara nyata. Koordinasi lintas kementerian dan diplomasi dengan otoritas setempat harus dilakukan secara intensif agar pencarian dapat segera menemukan titik terang,” ujarnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, Komisi IX DPR RI akan terus memantau perkembangan kasus ini secara ketat. Vita mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem penempatan PMI di jalur pelayaran internasional yang rawan konflik geopolitik.
“Kejadian tersebut tidak boleh dianggap sebagai insiden biasa. Pemerintah perlu memperkuat sistem mitigasi risiko dan perlindungan bagi pekerja migran Indonesia, agar keselamatan mereka lebih terjamin di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu,” ujarnya. (P-4)
Pemprov Sulsel merespons cepat penyanderaan dua warganya oleh perompak Somalia di Kapal Honour 25. Gubernur Andi Sudirman koordinasi dengan Kemlu dan P2MI.
Kemenhaj mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar tidak tergiur tawaran haji non-prosedural tanpa dokumen resmi.
Kemlu RI pastikan kondisi WNI usai gempa M 7,4 dan ancaman tsunami di Jepang Utara. Simak hotline darurat KBRI Tokyo dan situasi terkini di Aomori-Iwate.
SEBANYAK 45 warga negara Indonesia atau WNI dievakuasi dari Iran oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) secara bertahap. Evakuasi dilakukan seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah
KEMENTERIAN Sosial memastikan pemulangan sekaligus penanganan lanjutan terhadap seorang WNI lanjut usia asal Tanjung Balai, Sumatra Utara, yang sebelumnya terlantar di Taiwan.
KJRI Johor Bahru dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur, Jumat (10/4), menyampaikan para WNI/PMI dipulangkan melalui jalur laut menuju Batam, Kepulauan Riau.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved