Gempa M 7,4 Guncang Jepang Utara, Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI

 Gana Buana
20/4/2026 20:38
Gempa M 7,4 Guncang Jepang Utara, Kemlu Ungkap Kondisi Terkini WNI
Kemlu RI pastikan kondisi WNI usai gempa M 7,4 dan ancaman tsunami di Jepang Utara.(Antara)

KEMENTERIAN Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak cepat merespons gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,4 yang memicu peringatan tsunami di wilayah utara Jepang, Senin (20/4). Hingga saat ini, otoritas memastikan belum ada laporan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam bencana tersebut.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah, menegaskan bahwa KBRI Tokyo terus memantau situasi di Prefektur Aomori, Iwate, hingga Hokkaido yang terdampak langsung guncangan hebat pada pukul 14:52 WIB tersebut.

“Hingga saat ini, belum terdapat laporan terkait WNI yang terdampak gempa,” ujar Heni dalam keterangan resminya, Senin malam.

Simpul Diaspora Disiagakan

Kemlu melalui KBRI Tokyo telah mengaktifkan jaringan komunikasi dengan simpul-simpul diaspora di wilayah pesisir Samudera Pasifik. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan ribuan WNI yang tinggal atau bekerja di wilayah utara Jepang.

Pemerintah Jepang sendiri melaporkan kekuatan gempa mencapai magnitudo 7,5 di beberapa titik pemantauan lokal. Dampaknya, layanan kereta cepat (Shinkansen) rute Tokyo-Aomori sempat dihentikan total guna pengecekan infrastruktur.

Terkait risiko radiasi, otoritas Jepang memberikan kabar melegakan. “Tidak ada situasi abnormal terdeteksi di pembangkit listrik tenaga nuklir di Aomori dan Miyagi,” tulis laporan resmi pemerintah setempat.

Hotline Darurat KBRI Tokyo:
Bagi WNI yang memerlukan bantuan mendesak atau ingin melaporkan kondisi darurat, silakan hubungi nomor berikut:

  • +81-80-3506-8612
  • +81-80-4940-7419

Imbauan Evakuasi

WNI yang berada di Prefektur Aomori, Iwate, dan Hokkaido diminta tidak mengabaikan sirine tsunami. Kemlu mengimbau agar seluruh warga Indonesia di lokasi terdampak segera mengikuti instruksi evakuasi dari otoritas lokal dan menjauhi area pantai hingga peringatan resmi dicabut.

Berdasarkan data USGS, pusat gempa (episentrum) berada di kedalaman dangkal, sekitar 71 kilometer dari Kota Miyako, Prefektur Iwate. Karakteristik gempa dangkal inilah yang memicu alarm tsunami di sepanjang pesisir timur laut Jepang. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya