Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Amerika Serikat (AS) dinilai belum memiliki sistem pertahanan yang memadai untuk menghadapi drone Shahed milik Iran. Hal tersebut dimuat dalam laporan media The Atlantic yang mengutip seorang pejabat Kongres. Pejabat tersebut menyebut kemampuan militer AS dalam menangkal drone tersebut masih memiliki sejumlah keterbatasan.
“Militer AS tidak memiliki pertahanan yang kuat untuk melawan (drone) Shahed,” kata sumber tersebut seperti dikutip The Atlantic pada Kamis.
Sumber itu juga mengungkapkan bahwa Menteri Perang AS Pete Hegseth serta Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine telah mengakui adanya celah dalam kemampuan militer Amerika untuk menghadapi pesawat tanpa awak tersebut.
Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa selama ini Amerika Serikat lebih banyak menginvestasikan anggaran pada sistem pertahanan berlapis yang dirancang untuk menghadapi ancaman dari negara dengan jarak lebih jauh, seperti Tiongkok. Sebaliknya, ancaman dari drone jarak menengah seperti yang dimiliki Iran dinilai belum menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem pertahanan udara.
Akibatnya, kemampuan menghadapi drone seperti Shahed-136 dianggap belum optimal.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa Pete Hegseth dalam pengarahan tertutup kepada anggota parlemen mengakui bahwa drone Shahed-136 milik Iran memberikan tantangan lebih besar bagi sistem pertahanan udara AS dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.
Drone jenis ini dikenal sebagai drone kamikaze satu arah yang dirancang untuk menghantam target secara langsung dengan membawa bahan peledak.
Ketegangan Iran vs AS dan Israel meningkat sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di ibu kota Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan ke beberapa wilayah di Israel serta menargetkan sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Situasi tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi konflik Timur Tengah. (Ant/E-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
KEMENTERIAN Luar Negeri Iran pada Selasa (21/4) mengecam keras penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh pasukan Amerika Serikat (AS),
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa upaya untuk mengambil kembali persediaan uranium Iran yang telah diperkaya akan menjadi proses yang tidak mudah.
Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sampai tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Militer Israel konfirmasi keaslian foto tentaranya hancurkan patung Yesus di Libanon selatan. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved