Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran memperingati 47 tahun Revolusi Islam 1979 di tengah bayang-bayang ancaman aksi militer Amerika Serikat. Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tekanan atau agresi dari luar sekaligus tetap membuka jalur dialog diplomatik.
Dalam pidato di Lapangan Azadi, Teheran, Rabu (11/2), Pezeshkian menyatakan Iran menolak tuntutan berlebihan dari Washington. “Iran kami tidak akan tunduk menghadapi agresi, tetapi kami terus melanjutkan dialog dengan segenap kekuatan bersama negara-negara tetangga untuk mewujudkan perdamaian dan ketenangan di kawasan,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan saat ribuan warga memadati lapangan dan mengibarkan bendera untuk menandai hari besar revolusi. Tanggal 11 Februari atau 22 Bahman dalam kalender Persia menandai runtuhnya pemerintahan perdana menteri terakhir era Shah dan pengambilalihan kekuasaan secara resmi oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1979.
Di tengah perayaan, sejumlah warga terlihat membawa gambar Trump dengan slogan mencerminkan sikap perlawanan. AS masih terus menekan Iran terkait program nuklir. Donald Trump pun belum menutup kemungkinan melancarkan serangan terhadap Teheran. Negara-negara Barat selama ini menuduh Teheran berupaya mengembangkan senjata nuklir. Terkait program nuklir Iran, Pezeshkian kembali menegaskan aktivitas atom Iran sepenuhnya bertujuan damai. Ia menyatakan negaranya siap menerima verifikasi.
“Kami siap untuk setiap bentuk verifikasi oleh para inspektur,” ucapnya.
Peringatan revolusi tahun ini juga diwarnai ketegangan domestik. Di sejumlah wilayah Teheran, sebagian warga kembali melontarkan slogan antipemerintah dari balkon apartemen pada Selasa malam waktu setempat. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terdengar seruan kritik terhadap Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Menurut kelompok berbasis di AS, Human Rights Activists News Agency (HRANA), sebanyak 6.984 orang tewas dalam gelombang protes di Iran yang terjadi belakangan ini, termasuk 6.490 demonstran akibat tindakan keras aparat keamanan.
Selain itu, sedikitnya 52.623 orang dilaporkan ditangkap dalam operasi penindakan lanjutan. Sebagian dari mereka yang ditahan merupakan tokoh gerakan reformis yang mendukung kampanye Pezeshkian pada pemilu 2024. (AFP/Dhk/P-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved