Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL dilaporkan tengah menyiapkan rencana serangan militer baru terhadap Iran. Para pejabatnya bersiap memberikan pengarahan langsung kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai langkah tersebut.
Menurut laporan NBC News, Sabtu (20/12), kekhawatiran utama Israel kali ini berfokus pada dugaan perluasan program rudal balistik Iran, yang dinilai sebagai ancaman keamanan baru oleh Tel Aviv.
"Mereka sedang bersiap menyampaikan argumen selama pertemuan mendatang dengan Trump bahwa hal itu menimbulkan ancaman baru," tulis NBC News mengutip seorang sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang rencana tersebut serta empat mantan pejabat AS yang telah diberi pengarahan.
Para pejabat Israel meyakini bahwa Iran saat ini tengah membangun kembali fasilitas yang berkaitan dengan produksi rudal balistik, sekaligus memperbaiki sistem pertahanan udara yang rusak akibat serangan sebelumnya pada Juni lalu.
Menurut mereka, pengembangan rudal balistik dianggap lebih mendesak dibandingkan aktivitas pengayaan nuklir Iran.
"Program senjata nuklir sangat mengkhawatirkan. Ada upaya untuk membangun kembali. Itu tidak begitu mendesak," kata salah satu sumber yang mengetahui rencana Israel tersebut kepada NBC News, merujuk pada aktivitas nuklir Teheran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diperkirakan akan mengangkat isu ini dalam pertemuannya dengan Trump pada akhir bulan ini.
Pembahasan tersebut disebut akan mencakup kemungkinan dukungan atau keterlibatan langsung Amerika Serikat dalam langkah militer Israel ke depan.
Trump sendiri sebelumnya berulang kali menegaskan bahwa serangan militer AS pada Juni lalu telah menghancurkan kemampuan nuklir Iran. Ia juga memperingatkan Teheran agar tidak mencoba membangun kembali fasilitas nuklirnya.
"Jika mereka ingin kembali tanpa kesepakatan, kita akan menghancurkannya juga," kata Trump awal bulan ini.
"Kita dapat melumpuhkan rudal mereka dengan sangat cepat," tambahnya.
Seorang juru bicara Gedung Putih menyatakan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dan Iran telah memperkuat penilaian AS bahwa serangan pada Juni lalu dipastikan menghancurkan kapasitas nuklir Iran.
Israel diketahui melancarkan serangan terhadap Iran pada 13 Juni dengan menargetkan fasilitas nuklir, pejabat militer senior, serta ilmuwan nuklir.
Tel Aviv menuduh Teheran tengah mengembangkan program senjata nuklir secara rahasia. Amerika Serikat kemudian ikut melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni lalu.
Iran membantah tuduhan tersebut dan merespons serangan Israel dengan meluncurkan rentetan rudal, termasuk serangan terhadap pangkalan militer AS di Qatar.
Ketegangan ini berlangsung di tengah desakan IAEA agar Iran memberikan akses ke sejumlah fasilitas nuklir yang rusak, termasuk di Natanz, Fordow, dan Isfahan.
Badan tersebut menyatakan Iran perlu memastikan apakah lokasi-lokasi itu masih dapat diakses. Namun, Teheran menolak tuntutan tersebut dan menyebutnya tidak masuk akal. (I-2)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved