Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Kamis (30/1), mengatakan mereka akan melanjutkan--setidaknya untuk saat ini-- kebijakannya untuk tidak memberikan sanksi kepada perusahaan asing yang bekerja dengan program nuklir sipil Iran.
Tetapi AS mengisyaratkan kampanye tekanan mereka terhadap Teheran terus berlanjut, Departemen Keuangan mengumumkan sanksi baru yang menargetkan kepala program nuklir Iran dan badan yang dipimpinnya.
Brian Hook, utusan AS untuk Iran, mengatakan Washington akan memperbarui selama 60 hari keringanan sanksi yang memungkinkan perusahaan-perusahaan Rusia, Eropa, dan Tiongkok untuk terus bekerja pada fasilitas nuklir sipil Iran tanpa melanggar sanksi AS.
Baca juga: Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump Langgar Hukum Internasional
Hal itu adalah salah satu komponen yang tersisa dari kesepakatan nuklir 2015 yang ditinggalkan Presiden Trump pada 2018.
Hook mengatakan kepada wartawan di Departemen Luar Negeri, meskipun keringanan akan tetap berlaku, AS akan memonitor dengan cermat semua aspek program nuklir Iran.
Ia mengatakan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dapat mengakhiri proyek-proyek ini sesuai perkembangan.
Kaum garis keras anti-Iran di Kongres, termasuk senator Republik Ted Cruz dan Tom Cotton, berpendapat keringanan harus dicabut karena itu memberikan Iran akses ke teknologi yang dapat digunakan untuk membuat senjata.
Sanksi baru terhadap Iran yang diumumkan AS pada Kamis (30/1) menargetkan Organisasi Energi Atom Iran dan direkturnya, Ali Akbar Salehi. Sanksi tersebut membekukan semua aset yang dimiliki Salehi dalam yurisdiksi AS.
Sanksi baru datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Teheran dan Washington sejak Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan kekuatan dunia pada Mei 2018.
Sejak itu, Iran telah mulai melanggar ketentuan kesepakatan, yang membatasi pengayaan uraniumnya.
Secara terpisah, Departemen Keuangan mengumumkan saluran keuangan baru untuk barang-barang kemanusiaan telah dibentuk dengan Swiss untuk kepentingan pasien medis di Iran. Hook mengatakan empat pengiriman obat kanker dan transplantasi telah dikirim ke Iran.
"Pasien kanker dan transplantasi Iran menerima perawatan melalui saluran ini, yang tunduk pada uji ketat untuk menghindari penyalahgunaan oleh rezim Iran," kata Departemen Keuangan. (Ahramonline/OL-1)
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved