Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
NEGARA Samoa memasuki hari kedua dalam upaya vaksinasi massal yang bertujuan menghentikan epidemi campak yang belum pernah terjadi sebelumnya, Kamis (5/12). Epidemi campak di negara kepulauan Pasifik itu telah menyebabkan puluhan anak tewas.
Ketika angka kematian meningkat mencapai 62 orang, para pejabat setempat lantas memerintahkan semua bisnis, layanan pemerintah yang tidak pokok, dan penyebrangan feri antarpulau untuk ditutup sementara.
Warga juga disarankan untuk menaati jam malam yang diberlakukan, tetap tinggal di rumah, dan memasang bendera merah jika ada penghuninya yang belum diimunisasi.
Ratusan tim vaksinasi, termasuk pegawai negeri yang ditugaskan, kemudian menyebar ke seluruh wilayah Samoa yang dihuni oleh sekitar 200 ribu penduduk pada Kamis (5/12) dini hari.
Tim berencana menyisir dari rumah ke rumah di desa maupun kota untuk memberikan vaksinasi wajib di rumah-rumah yang berbendera merah.
Pasar-pasar di tepi perairan Ibu Kota Apia, yang biasanya dipenuhi dengan turis yang berbelanja kerajinan dan cenderamata, tampak lengang ketika kios-kios ditutup. Sementara itu, hampir tidak ada lalu lintas yang tampak di pusat kota.
"Di sini sangat sepi. Saya hanya bisa mendengar beberapa anjing menggonggong. Jalanan kosong. Tidak ada mobil," ujar Kepala UNICEF Kepulauan Pasifik, Sheldon Yett, kepada AFP.
"Orang-orang tinggal di rumah menunggu vaksinasi. Tim sedang mengumpulkan persediaan dan bersiap-siap untuk keluar," sambungnya.
Kegiatan vaksinasi yang dilancarkan di bawah kekuatan darurat itu berlangsung ketika epidemi campak berlangsung sejak bulan lalu. Sehingga upaya tersebut tampak terlambat untuk menghentikan tingkat infeksi campak yang telah meningkat sejak pertengahan Oktober, dengan sebagian besar korbannya merupakan anak-anak kecil.
"Saya pernah melihat kampanye mobilisasi massal sebelumnya, namun tidak di seluruh negara seperti ini. Itulah yang sedang kita lakukan sekarang. Seluruh negara ini sedang divaksinasi," tutur Yett.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, tingkat imunisasi di Samoa turun tajam menjadi hanya 30 % sebelum wabah campak menyerang. WHO menyalahkan kampanye anti-vaksin atas kemerosotan itu.(AFP/Uca/OL-09)
Jangan panik jika jadwal vaksin anak terlewat. Dokter spesialis anak jelaskan prosedur catch-up immunization atau imunisasi kejar untuk lindungi buah hati.
Pendekatan life-course immunization menjadi fokus utama di IVAXCON 2026 untuk memperkuat perlindungan kesehatan dari bayi hingga lansia dan melawan misinformasi.
Dokter spesialis anak dr. Kanya Ayu Sp.A menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan untuk mencegah pneumonia dan melindungi kelompok rentan.
PAPDI menekankan pentingnya vaksinasi MMR bagi orang dewasa guna mencegah penularan campak yang tinggi dan risiko komplikasi serius.
Dokter spesialis penyakit dalam ingatkan risiko komplikasi campak bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan penderita gangguan imun. Simak penanganannya.
Epidemiolog menekankan pentingnya peningkatan cakupan vaksinasi sebagai langkah utama mengendalikan penyebaran campak dan mencegah risiko KLB.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Campak atau Measles merupakan infeksi yang disebabkan oleh Measles virus dan termasuk salah satu penyakit paling menular.
Kasus campak 2026 meningkat. Simak kiat dr. Attila Dewanti cegah penularan campak pada bayi di bawah 9 bulan melalui PHBS dan asupan Vitamin D.
Mitos anak kena campak atau cacar tidak boleh mandi ternyata hoaks. Dokter spesialis kulit jelaskan manfaat mandi dan tips aman bagi anak yang sedang sakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved