Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG perempuan Amerika Serikat (AS) asal Alabama yang bergabung dengan kelompok Islamic State (IS) di Suriah tidak akan dapat kembali ke negaranya dengan putranya yang masih balita. Pengacaranya pun menentang klaim itu.
Dalam pernyataan singkatnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memberikan rincian aturan yang membuat keputusan mereka.
"Hoda Muthana bukan warga negara AS dan tidak akan diterima di Amerika Serikat. Dia tidak memiliki dasar hukum, tidak ada paspor AS yang sah, tidak ada hak untuk paspor atau visa untuk bepergian ke Amerika Serikat,” ujar Pompeo, seperti dikutip Fox News, Kamis (21/2).
Tetapi kuasa hukum Muthana, Hassan Shibly, bersikeras kliennya dilahirkan di AS dan memiliki paspor yang valid sebelum bergabung dengan IS pada 2014.
Gadis berusia 18 tahun ini telah berganti nama ketika bergabung IS. Dia ingin pulang ke rumah untuk melindungi putranya terlepas konsekuensi hukum.
Baca juga: Dicabut Kewarganegaraannya, Remaja Inggris Mengaku Terkejut
"Dia orang Amerika. Orang Amerika melanggar hukum," kata Shibly, seorang pengacara dari Dewan Hubungan Amerika-Islam Florida. "Ketika orang melanggar hukum, kami memiliki sistem hukum untuk menangani mereka yang bertanggung jawab, dan hanya itu yang saya minta.”
Muthana dan putranya sekarang berada di sebuah kamp pengungsi di Suriah, bersama dengan yang lain yang melarikan diri dari sisa-sisa IS.
Tampaknya pemerintah berpendapat ia tidak memenuhi syarat kewarganegaraan karena ayahnya adalah seorang diplomat Yaman. Tetapi pengacara mengatakan dia tidak memiliki status diplomatik ‘selama berbulan-bulan’ sebelum kelahirannya di Hackensack, New Jersey.
Presiden AS Donald Trump, Rabu (20/2) malam, di Twitter mengatakan ia berada di belakang keputusan itu
”Saya telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo, dan sepenuhnya setuju, untuk tidak membiarkan Hoda Muthana kembali ke Negara!"
Pengumuman itu dibuat sehari setelah Inggris, mengatakan mereka menanggalkan kewarganegaraan Shamima Begum, seorang anak berusia 19 tahun yang pergi untuk bergabung dengan IS dan baru-baru ini melahirkan kamp pengungsi.
Itu juga terjadi ketika AS telah mendesak sekutu untuk mendukung warga yang bergabung dengan IS tetapi sekarang berada dalam tahanan pasukan dukungan Amerika melawan kelompok ekstremis brutal yang dikendalikan oleh wilayah luas yang mencakup bagian dari Suriah dan Irak.
Pengacara Muthana mengatakan dia "hanya seorang perempuan muda yang bodoh, naif, bodoh," ketika dia menjadi terpikat pada IS. Dia sempat mempercayai bahwa itu adalah organisasi yang melindungi umat Islam.
Dikatakan bahwa dia meninggalkan keluarganya di Alabama dan pergi ke Suriah, tempat dia ‘dicuci otak’ oleh IS dan dipaksa menikahi salah satu tentara kelompok itu. Setelah dia terbunuh, dia menikahi yang lain, ayah dari putranya.
Setelah menikah dan menikah, dia menikah dengan orang ketiga, dan dia memutuskan melarikan diri, kata pengacara itu. (Medcom/OL-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Mantan Direktur FBI James Comey menghadapi dakwaan pidana atas dugaan ancaman terhadap Presiden Donald Trump lewat unggahan media sosial.
FCC memerintahkan peninjauan ulang lisensi siaran TV Disney menyusul desakan Presiden Donald Trump untuk memecat Jimmy Kimmel pasca insiden percobaan pembunuhan.
Gedung Putih mengunggah foto Raja Charles III dan Donald Trump dengan takarir "Dua Raja".
Raja Charles III dan Donald Trump melakukan pertukaran kado simbolis dalam kunjungan kenegaraan ke AS. Dari desain Resolute Desk hingga surat bersejarah John Adams.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved