Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PREDIKSI mengenai kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai memicu kekhawatiran publik. Namun, turunnya hujan di sejumlah wilayah Indonesia belakangan ini menimbulkan tanda tanya: apakah ancaman "El Nino Godzilla" benar-benar nyata atau sekadar prediksi yang meleset?
Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, memberikan klarifikasi terkait anomali cuaca ini. Menurutnya, hujan yang masih mengguyur saat ini adalah hal yang wajar karena Indonesia tengah berada dalam masa transisi atau pancaroba.
“Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia,” ujar Sonni pada Kamis (9/4).
Sonni menegaskan bahwa intensitas hujan saat ini tidak menggugurkan prediksi El Nino. Indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat jelas dari tren kenaikan suhu muka laut di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Kenaikan suhu ini menjadi sinyal kuat berkembangnya El Nino yang akan menekan pertumbuhan awan di wilayah Indonesia.
Dampaknya, musim kemarau tahun ini diprediksi akan datang lebih awal dan bertahan lebih lama dari siklus normalnya. Jika biasanya Pulau Jawa memasuki musim kering pada bulan Juli, tahun ini diperkirakan akan terjadi lebih cepat dengan durasi mencapai enam bulan.
Istilah "Godzilla" merujuk pada kategori Super El Nino. Fenomena ini terjadi ketika suhu muka laut di Samudera Pasifik meningkat ekstrem, yakni lebih dari 2,5 derajat Celsius di atas kondisi normal. Dalam sejarahnya, fenomena ini telah memicu bencana kekeringan hebat dan kebakaran hutan skala besar.
Untuk memahami posisi Indonesia saat ini, berikut adalah perbandingan data historis fenomena El Nino kuat dengan kondisi yang sedang dipantau:
| Tahun Kejadian | Kategori | Dampak Utama |
|---|---|---|
| 1982, 1997, 2015 | Super El Nino (Godzilla) | Kekeringan ekstrem, kebakaran hutan masif, dampak global. |
| 2026 (Prediksi Saat Ini) | Lemah hingga Moderat | Kemarau lebih panjang (±6 bulan), awal musim lebih cepat. |
Lebih lanjut, Sonni menjelaskan adanya potensi kaitan antara penguatan El Nino dengan aktivitas bintik matahari atau sunspot. Berdasarkan analisis data, El Nino kuat sering kali muncul setelah puncak aktivitas sunspot, yang terakhir diperkirakan terjadi pada tahun 2025.
“Namun, kondisi saat ini jujur saja kekuatannya masih berada pada kategori lemah ke moderat,” tambahnya. Ia menekankan bahwa kajian mengenai hubungan sunspot dan El Nino masih memerlukan data jangka panjang untuk memperkuat kesimpulan ilmiah secara menyeluruh.
Masyarakat diimbau untuk tidak lengah dan tetap memantau informasi resmi dari pemerintah. Meskipun hujan masih turun, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika sirkulasi atmosfer (Sirkulasi Walker) yang kompleks di masa transisi, dan bukan berarti ancaman kekeringan telah berakhir. (Z-1)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
BUPATI Siak Afni Zulkifli menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Siak dalam mencegah Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) menghadapi ancaman Super El Nino tahun 2026.
KABUPATEN Indramayu diprakiran memasuki musim kemarau mulai akhir April 2026 ini.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan Indonesia mulai memasuki masa transisi dari musim hujan menuju musim kemarau 2026.
Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau saat ini telah melejit 20 kali lipat menjadi 8.555,37 hektare dibanding 2025.
KABUPATEN Penajam Paser Utara (PPU) menyatakan siaga bencana dalam menghadapi dampak fenomena El Nino yang diprediksi puncaknya terjadi pada pertengahan 2026.
BPBD menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pemetaan wilayah rawan kekeringan hingga kesiapan distribusi bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Edukasi kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam strategi pencegahan. Karena, kesadaran warga adalah faktor krusial dalam mengurangi risiko karhutla.
Salah satu dampak bencana adalah kekeringan akibat musim kemarau panjang. Warga Pekanbaru juga diingatkan untuk tidak membakar lahan.
Data yang diperoleh Media Indonesia dari KPH Lawu selama 10 tahun terakhir ini menunjukkan, kebakaran hutan selalu muncul ketika kemarau menggantang lingkungan hutan.
PERKUMPULAN Hijau, lembaga nonpemerintah peduli lingkungan di Jambi, mendesak supaya sumur-sumur bor Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BGRM) di sejumlah kabupaten di Jambi di evaluasi.
El Nino Godzilla picu panas ekstrem. Apakah virus campak ikut menguat? Simak penjelasan ilmiah lengkapnya di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved