Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSOK perempuan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat. Perempuan tidak boleh dipandang hanya sebagai ibu rumah tangga, melainkan memiliki peran penting dalam mencetak generasi bangsa.
Dalam konteks pencegahan pemahaman intoleran dan radikalisme yang mengarah kepada terorisme, peran perempuan menjadi sangat krusial dalam menentukan pola pikir keluarga.
Aktivis Perdamaian, HAM, dan Perempuan, Dwi Rubiyanti Kholifah, berpendapat seorang ibu memiliki kuasa otoritatif dalam membentuk karakter dan konstruksi berpikir sang anak. Selain itu, ibu memiliki emosional kuat dengan anak-anak karena dia dilahirkan dari rahimnya. Maka ibu sangat bisa mempengaruhi anaknya untuk tidak terlibat di dalam ekstremisme.
Menurut dia, hal inilah yang perlu dijaga. Jangan sampai peran otoritatif orangtua disalahgunakan untuk memaksa atau mengajak anak dalam berbuat hal yang menyalahi aturan. Keluarga Dita, pelaku bom Surabaya pada 2018 merupakan salah satu potret pelaku teroris yang mengajak keluarganya untuk 'beramaliyah'.
"Perempuan sangat bisa dan otoritatif untuk menggeret anak-anak mereka terlibat di dalam terorisme. Laki-laki biasanya kalau terlibat itu sendirian aja tapi kalau perempuan terlibat di aksi teror mereka ngajak anaknya," ujar Ruby Kholifah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/9).
"Bayangkan kalau para ibu dan anak-anaknya terlibat aksi-aksi begini, tentu semakin mengerikan nasib bangsa," lanjutnya.
Ruby berpendapat, sejatinya dalam penanganan konflik maupun pencegahan radikal terorisme, kaum perempuan juga perlu dilibatkan. Meski masih ada yang menganggap sebelah mata, namun perempuan dinilai memiliki naluri tersendiri dalam mendeteksi dini perubahan sosial di lingkungannya.
Menurut perwakilan Asian Muslim Action Network (AMAN) di Indonesia ini, satu dari 100 wanita berprestasi di dunia versi BBC (British Broadcasting Corporation) 2014 ini, kaum ibu dapat memberikan data dan fakta karena terlibat dalam banyak hal di lingkungannya. Misalnya mengurus posyandu, lansia, anak anak, kebersihan dan aktivitas lainnya. Jika ada sesuatu hal yang tidak wajar, para ibu dapat memberikan rekomendasi untuk mengambil keputusan dalam konteks menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya.
Baca juga: Kasus Kekerasan Dari Tenaga Pendidik Bertolak Belakang dengan Prinsip Merdeka Belajar
"Ketika ada fenomena di mana ada sekelompok orang mempengaruhi dengan cara-cara tertentu menjauhkan dari nilai-nilai di masyarakat yang guyub saling membantu dan sebagainya itu menjadi eksklusif, nah itu biasanya perempuan sangat tahu," kata Ruby.
Untuk membangun kemampuan tersebut, dibutuhkan pembelajaran dan peningkatan keahlian bagi perempuan. Salah satunya adalah membangun cara pikir atau berpikir kritis. Hal ini berhubungan dengan kemampuan memahami hak, dan kemampuan menganalisa. Sehingga, seorang perempuan peka terhadap sekitar, mampu mengindentifikasi dan menyelesaikan konflik. Jangan sampai perempuan tersebut malah menjadi eskalator konflik itu sendiri.
"Kita bekali mereka tentang teknik berdialog, teknik mediasi agar kalau ada persoalan di tingkat keluarga maupun tetangga mereka berani untuk melakukan dialog," kata Ruby.
Oleh karena itu, lanjut dia, baik sosok ayah maupun ibu sama-sama menjadi pilar keluarga dalam membangun keluarga yang inklusif dan toleran. Tanggung jawab membentuk karakter, pola pikir dan tingkah laku tidak bisa di bebankan pada satu orang saja. Orangtua dituntut untuk bekerja sama untuk dapat memastikan bahwa keluarga itu dalam kondisi yang aman keluarga memiliki lingkungan yang sehat untuk bertumbuh dan terbuka, sehingga apa pun yang terjadi kepada anggota keluarga itu bisa dideteksi lebih dini.
"Kalau perspektif orangtua tidak punya perspektif bahwa bernegara ini adalah ber-NKRI maka akan sulit dia akan digoyahkan dengan ideologi-ideologi yang mengarah kepada melawan negara. Ini bahaya banget," ujar Ruby.
Maka dari itu, ia menyatakan pentingnya membangun wawasan kebangsaan kepada orang tua, menanamkankan jiwa persatuan, dan kebhinekaan yang menjadi identitas bangsa untuk diwariskan kepada anak-anaknya. Komunikasi antar keluarga menjadi kunci untuk berbagi peran dalam membangun karakter anak-anak bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
"Semua warga negara Indonesia punya kewajiban yang sama. Nah caranya yang mungkin beda-beda. Karena caranya mungkin berbeda, bukan berarti satu lebih tinggi daripada yang lain kewajibannya, enggak. Tetap keduanya memiliki kewajiban yang setara," tandasnya. (RO/I-2)
WIC Jakarta sukses gelar Konferensi Biennial WCI ke-17. Fokus pada pemberdayaan perempuan, pendidikan, dan pelestarian warisan budaya di era transformasi.
PT IWIP mendobrak stigma gender di industri pertambangan melalui pelatihan operator alat berat dan lingkungan kerja inklusif bagi perempuan di Maluku Utara.
Dokter spesialis ingatkan pentingnya pap smear meski sudah vaksin HPV. Simak data kasus kanker serviks di Indonesia dan program skrining gratis Kemenkes.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Psikiater dr. Elvine Gunawan menjelaskan bagaimana pola asuh kritikal memicu self-stigma dan membuat perempuan sulit terbuka saat menghadapi masalah.
Psikiater dr. Elvine Gunawan memperingatkan bahaya PMDD saat menstruasi, terutama jika muncul keinginan menyakiti diri. Simak gejalanya di sini.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian utama adalah penanganan perkara penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus.
Dalam aksi tersebut para aktivis menuntut Jaksa Agung menindaklanjuti berkas penyelidikan Komnas HAM terkait kasus-kasus pelanggaran berat HAM
Rullyandi menegaskan prinsip nulla poena sine culpa atau tidak ada pidana tanpa kesalahan.
PM Malaysia Anwar Ibrahim mengkritik Barat soal kemunafikan HAM dan konflik global, tegaskan Malaysia tetap berpegang pada prinsip keadilan dan kemanusiaan.
Kekhawatiran muncul karena adanya persepsi bahwa seseorang yang memiliki profil kekayaan tidak lazim akan langsung kehilangan asetnya.
Kapolri Listyo Sigit diminta mengusut tuntas secara profesional dan transparan terkait kasus teror terhadap aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved