Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pusat Riset Vaksin dan Obat (PRVO) terus mengembangkan obat-obatan yang berbasis pada keanekaragaman hayati. Salah satunya ialah obat kanker yang merupakan penyakit penyebab kematian kedua setelah serangan jantung.
Lazimnya, terapi kanker dilakukan dengan kemoterapi menggunakan obat keras. Sementara bioavailabilitas (ketersediaan hayati) obatnya masih rendah, absorpsi terlalu cepat, dan memiliki pengeluaran sistemik yang kurang optimal.
Peneliti PRVO BRIN, Kiki Kurniawan, menjelaskan bahwa pihaknya berusaha mendesain nano partikel yang dapat meningkatkan bioavailabilitas obat anti kanker yang umumnya mengandung doksorubisin. Sebagian besar obat memiliki metabolisme yang cepat, karena bioavailabilitasnya rendah dan sel sehat dapat dibunuh oleh doksorubisin yang bukan merupakan target sel spesifik.
"Oleh karena itu, kita membutuhkan sistem pembawa obat yang meningkatkan bioavailabilitas obat, sehingga kami mencoba membuat Nanostructured Lipid Carriers (NLCs)," ungkap Kiki dalam keterangannya, Selasa (28/6).
Kiki mengatakan, NLCs dapat meningkatkan bioavailabilitas yang terperangkap pada bioaktif (obat). Stabilitas kehidupan dirinya bisa sangat baik dan lipid dapat dipilih yang tidak terhidrolisis dalam suspensi berair. Tak hanya itu, NLCs mudah dibuat dan disesuaikan.
Baca juga: IDAI: Tiga Penyakit Ini Masih Jadi Ancaman Bagi Anak-Anak
"NLCs menggunakan metode phase inversion temperature (PIT). Meskipun metode ini masih sangat jarang di Indonesia, namun teknik ini ramah lingkungan, karena mengunakan pelarut organik. Tak hanya sangat lembut, komposisinya pun tetap konstan sementara suhu secara bertahap berubah," jelas Kiki.
Kiki menuturkan, dalam penelitian yang dilakukannya, secara khusus saat NLCs diserap oleh sel, doksorubisin dilepaskan lebih dekat ke lokasi targetnya dan pada akhirnya dapat menyebabkan konsentrasi obat yang lebih tinggi. Konsentrasi lipid tinggi yang mengandung formulasi NLCs-3 memiliki jebakan yang lebih tinggi dan stabil jika dibandingkan dengan formulasi lain.
"Hasil kami dengan jelas menunjukkan bahwa efek penghambatan NLCs-3 meningkat secara signifikan, tergantung pada peningkatan tingkat dosis. Kami menemukan bahwa 75% sel MCF-7 berhenti berkembang biak pada tingkat dosis 31,25 g/ml dan kami juga mengamati apakah tidak ada sel yang berkembang biak ketika kita menggunakan dosis maksimum," imbuh Kiki.
Lebih lanjut, Kiki menjelaskan profil NLCs-3 cukup stabil dan dapat disimpan. Nano partikel dapat teremulsi sempurna di dalam air. Cukup disimpan dalam kulkas atau suhu ruang pada 25 derajat tanpa terkena paparan sinar matahari selama lima hari. Sedangkan untuk masa simpan di suhu -4 derajat dapat mencapai satu bulan dengan catatan botol penyimpanan tidak dibuka.
"Saat ini, NLCs-3 berpotensi digunakan untuk diteliti lebih lanjut. Riset ini masih berjalan dan memiliki potensi di masa depan untuk pengobatan anti kanker. Diperlukan usaha dan kerja keras untuk terus melakukan penelitian lanjutan," tutup Kiki. (S-2)
BRIN meneliti netralisasi medan magnet kereta api usai kecelakaan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Kajian mencakup dampak pada kendaraan dan sistem keselamatan rel.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya salinitas lahan pesisir, budidaya padi biosalin terbukti menjadi solusi adaptif yang mampu menjaga produktivitas.
Pemkot Jaksel gandeng BRIN kaji pemanfaatan 5,3 ton ikan sapu-sapu hasil tangkapan di Setu Babakan untuk pakan ternak dan pupuk organik.
BRIN menghadirkan inovasi makanan siap saji tanpa api untuk jemaah haji. Teknologi ini memungkinkan pemanasan hanya dengan air dingin, praktis dan aman di Arafah hingga Mina.
Anggur laut merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat.
BRIN kini mengembangkan solusi yang tidak membutuhkan lahan sama sekali, yakni sebuah kapal yang mampu mengolah sampah langsung di atas air.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Untuk mengatasi ketersediaan obat, strategi pertama adalah bagaimana menyediakan substitusinya.
Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso ingatkan pasien TB untuk konsisten minum obat guna membunuh kuman dorman dan mencegah resistensi obat yang berbahaya.
Pasien tuberkulosis disarankan segera berkonsultasi dengan dokter jika merasakan gejala ringan agar dapat diberikan penanganan yang tepat.
Sebagai obat pereda nyeri (analgesik), penggunaan tramadol wajib berada di bawah pengawasan tenaga medis.
Pengguna sering kali mengincar efek instan Tramadol berupa tubuh yang terasa lebih segar, peningkatan energi, hingga lonjakan suasana hati (mood) dan rasa percaya diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved