Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Upaya memperkuat ketahanan ekonomi nelayan di sekitar PLTU Tanjung Jati B terus dilakukan. PT Pelayaran Bahtera Adhiguna (BAg) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional untuk mengembangkan budidaya anggur laut di kawasan Pantai Pailus, Jepara. Kegiatan yang berlangsung pada 15-16 April 2026 tersebut menjadi forum diskusi teknis sekaligus penyusunan rencana lanjutan budidaya, dengan melibatkan dua kelompok nelayan di wilayah perairan operasional BAg.
Program itu tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan hasil produksi, tetapi juga sebagai sumber penghasilan alternatif, terutama saat musim angin timur yang membatasi aktivitas melaut.
Dalam kegiatan tersebut, peneliti BRIN, Dasep Hasbullah, turut hadir memberikan pemaparan mengenai teknik budidaya yang lebih efisien dan adaptif terhadap kondisi cuaca. Diskusi berjalan interaktif, disertai sesi tanya jawab langsung dengan nelayan serta evaluasi praktik budidaya yang telah dijalankan sebelumnya. Menurut Dasep, komoditas anggur laut memiliki peluang ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara tepat dengan pendekatan ilmiah.
"Anggur laut merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Dengan teknik budidaya yang tepat dan pengelolaan lingkungan yang baik, produktivitasnya bisa tetap terjaga meskipun menghadapi perubahan cuaca," ujarnya dikutip pada Senin (20/4).
Melalui kerja sama ini, BRIN memberikan pendampingan berbasis riset mulai dari seleksi bibit unggul, metode budidaya yang efisien, pengelolaan kualitas air, hingga strategi panen yang optimal. Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menekan risiko kegagalan panen.
Sekretaris Perusahaan BAg, Aditya Yudanto, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis dalam menghadirkan program CSR yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat pesisir, khususnya di wilayah operasional BAg Cabang Tanjung Jati, Jepara.
“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi juga peningkatan kapasitas melalui transfer ilmu dan teknologi, sekaligus membangun hubungan yang harmonis antara perusahaan dan nelayan,” ujar Aditya.
Selain meningkatkan kemampuan nelayan, program ini juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas masyarakat pesisir dan operasional pelayaran BAg, sehingga tercipta perairan yang aman, tertib, dan saling mendukung.
Ke depan, sinergi antara sektor industri, lembaga riset, dan masyarakat ini diharapkan mampu mendorong anggur laut menjadi komoditas unggulan pesisir sekaligus menjadi model pemberdayaan berbasis riset yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. (E-3)
BRIN meneliti netralisasi medan magnet kereta api usai kecelakaan Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur. Kajian mencakup dampak pada kendaraan dan sistem keselamatan rel.
Di tengah tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya salinitas lahan pesisir, budidaya padi biosalin terbukti menjadi solusi adaptif yang mampu menjaga produktivitas.
Pemkot Jaksel gandeng BRIN kaji pemanfaatan 5,3 ton ikan sapu-sapu hasil tangkapan di Setu Babakan untuk pakan ternak dan pupuk organik.
BRIN menghadirkan inovasi makanan siap saji tanpa api untuk jemaah haji. Teknologi ini memungkinkan pemanasan hanya dengan air dingin, praktis dan aman di Arafah hingga Mina.
BRIN kini mengembangkan solusi yang tidak membutuhkan lahan sama sekali, yakni sebuah kapal yang mampu mengolah sampah langsung di atas air.
TNI AL melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut atau Pusteral menggandeng FKS Group dalam upaya memperkuat kemandirian masyarakat pesisir melalui pelatihan olahan hasil laut dan kedelai.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Pesisir Lestari (YPL) menegaskan penguatan ekonomi biru Indonesia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
“Ini bukan lagi persoalan tata ruang semata, tetapi sudah menjadi sumber peningkatan risiko bencana nasional, kerugian negara, dan ancaman keselamatan masyarakat pesisir,”
Pagar laut di Bekasi menjadi sorotan publik setelah menyulitkan nelayan lokal dan diduga melanggar aturan tata ruang laut. Keberadaannya tidak hanya menghambat akses masyarakat pesisir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved