BRIN Kembangkan Makanan Siap Saji Tanpa Api untuk Dukung Layanan Haji 2026

Atalya Puspa    
23/4/2026 08:37
BRIN Kembangkan Makanan Siap Saji Tanpa Api untuk Dukung Layanan Haji 2026
Ilustrasi(Antara)

BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi makanan siap saji tanpa api guna mendukung layanan konsumsi jemaah haji. 

Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan, teknologi tersebut merupakan pengembangan dari riset pengemasan pangan yang telah dilakukan BRIN, mulai dari makanan kaleng, kemasan fleksibel untuk makanan berkuah, hingga sistem pemanas tanpa api yang kini menjadi fokus utama.

“Teknologi ini memungkinkan makanan dipanaskan hanya dengan menambahkan air dingin, tanpa memerlukan api atau alat pemanas. Sistemnya memanfaatkan bahan seperti zeolit dan kapur,” ujar Arif.

Ia menambahkan, teknologi tersebut telah melalui uji keamanan pangan sehingga aman digunakan. Inovasi ini dinilai sangat relevan untuk mendukung distribusi makanan di titik-titik krusial pelaksanaan ibadah haji, seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Dengan teknologi ini, jemaah bisa mendapatkan makanan hangat secara cepat, praktis, dan tetap layak konsumsi,” katanya.

Arif juga mengungkapkan dirinya telah mencoba langsung makanan tersebut dan memastikan suhunya cukup panas untuk dinikmati. Ke depan, pengembangan teknologi akan tetap berfokus pada aspek keamanan pangan dan ketahanan pangan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi inovasi BRIN, khususnya dalam meningkatkan daya tahan dan kualitas pengemasan makanan sebelum didistribusikan.

Namun, ia menegaskan bahwa produk makanan tersebut hanya diperuntukkan bagi jemaah haji Indonesia dan tidak untuk diedarkan di Arab Saudi.

“Jika untuk diedarkan di dalam negeri Arab Saudi, ada persyaratan tambahan. Tetapi selama untuk konsumsi jemaah dan memenuhi standar seperti halal dan izin BPOM, maka bisa langsung dikirim,” jelasnya.

Zulkifli juga memastikan ketersediaan pangan bagi jemaah haji tetap aman meskipun di tengah dinamika geopolitik global.

“Jemaah tidak perlu khawatir. Makanan tersedia di setiap waktu saji dan dalam kondisi aman serta cukup,” ujarnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya