Legislator DKI Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Jaga Harga BBM Nasional

Abdillah M Marzuqi
10/4/2026 14:40
Legislator DKI Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Jaga Harga BBM Nasional
Ilustrasi kendaraan isi BBM di SPBU(MI/Supardji Rasban)

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Lukmanul Hakim mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menjaga stabilitas harga BBM (bahan bakar minyak) nasional di tengah situasi ketidakstabilan dunia akibat perang Israel-Amerika Serikat vs Iran.

Keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga BBM bahkan menjanjikan sampai akhir tahun patut mendapat apresiasi karena memberi kepastian dan ketenangan bagi masyarakat dan pelaku usaha.

“Kita patut berikan pujian, sebagai rasa hormat atas kebijakan pemerintah pimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan menjaga harga jual BBM dalam negeri meski situasi sedang tidak mudah. Ini kebijakan yang sangat tepat, yang mengedepankan kepentingan rakyat di tengah himpitan berbagai masalah yang cukup berat. Ada masalah internasional, juga ada masalah dalam negeri yang kita hadapi. Tapi Keputusan Presiden sungguh menenteramkan kita semua. Kita patut angkat topi untuk itu,” ungkap politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dalam keterangan yang diterima (10/4).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan kebijakan subsidi BBM telah disusun melalui perhitungan yang matang dengan mempertimbangkan berbagai skenario, termasuk asumsi harga minyak dunia yang dapat mencapai 100 dolar Amerika Serikat per barel hingga akhir tahun. 

Berdasarkan perhitungan pemerintah, kondisi tersebut akan menyebabkan defisit APBN bisa tetap terjaga di kisaran 2,9 persen. Karenanya, Menteri Keuangan menjamin bahwa subsidi BBM akan terus disediakan sampai akhir tahun. 

Sebagai legislator, Lukman mengajak semua pihak untuk berpikir jernih terhadap kebijakan pemerintah. Menurutnya, boleh saja analisis memakai angka dan tren dunia serta kondisi nasional dilakukan untuk mengkritisi kebijakan harga BBM dalam negeri, termasuk prediski terhadap risiko dan implikasinya. Namun dia berharap setiap analisis perlu dikaitkan dengan konsideran kebijakan, niat besar yang ingin diperjuangkan; yakni menjaga perekonomian nasional agar tetap stabil dan terjaga.

“Harga BBM di dalam negeri menjadi faktor yang pengaruhnya menyapa setiap sektor, setiap lini, dan setiap sendi perekonomian nasional. Tolong pertimbangkan hal itu. Kritik, masukan dan pendapat memang perl dikemukakan. Tapi kalau tidak relevan dengan niat dasar kebijakan, ya tidak usahlah dipaksa-paksakan. Kasihan rakyat kalau dipakai sebagai alasan pembenaran untuk kritik, opini, dan pendapat yang dibuat,” ujarnya.

Dalam konteks perekonomian nasional, Lukman berharap para cerdik pandai memberikan perspektif apa saja yang berpeluang dilakukan masyarakat dan dunia usia setelah ada kepastian dan jaminan harga BBM dalam negeri agar perekonomian nasional bisa tumbuh sampai skala yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan bersama. 

“Masyarakat tidak usah terpengaruh oleh berbagai spekulasi terkait kondisi keuangan negara. Percayakan kepada pemerintah. Setiap kebijakan yang diberikan tentu ada konsekuensi biayanya dan semua itu pasti sudah diperhitungkan,” tukas Lukman. (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya