Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GEJOLAK geopolitik di Timur Tengah pada 2026 telah memicu guncangan hebat pada sektor energi global. Hanya dalam waktu tiga pekan sejak konflik pecah, sebanyak 85 negara tercatat mengalami kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang signifikan. Berdasarkan data Global Petrol Prices, sejumlah negara bahkan harus menghadapi lonjakan harga hingga lebih dari 50%.
Filipina menjadi negara dengan kenaikan harga BBM paling ekstrem di dunia, yakni mencapai 54,2%. Kondisi ini disusul Vietnam yang mencatatkan kenaikan hingga 50%. Di sisi lain, Indonesia sejauh ini berhasil meredam dampak krisis dengan kenaikan harga yang relatif rendah, yakni di angka 2,8%.
Krisis energi ini memukul keras negara-negara yang memiliki ketergantungan tinggi pada impor minyak mentah dan menerapkan sistem pasar bebas. Berikut adalah rincian lima negara dengan kenaikan tertinggi:
| Negara | Persentase Kenaikan | Penyebab Utama |
|---|---|---|
| Filipina | 54,2% | Ketergantungan impor penuh, sistem pasar bebas, dan gangguan jalur Selat Hormuz. |
| Vietnam | 31,8% – 50% | Kapasitas produksi domestik terbatas dan sistem penyesuaian harga berkala yang agresif. |
| Sri Lanka | 33,8% | Keterbatasan fiskal negara untuk memberikan subsidi di tengah lonjakan harga global. |
| Kenya | 16,1% (Bensin) / 24,2% (Diesel) | Supply shock akibat ketergantungan impor dari Timur Tengah dan fenomena panic buying. |
| Mesir | 14% – 17% | Pengurangan beban subsidi secara bertahap dan pelepasan harga ke mekanisme pasar. |
Meskipun berada dalam pusaran krisis global, Indonesia mampu menjaga stabilitas harga domestik. Kenaikan sebesar 2,8% menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan dampak terendah.
Hal ini dimungkinkan berkat intervensi pemerintah melalui skema subsidi dan penerapan sistem harga campuran (mixed price), sehingga harga tidak langsung dilepas ke pasar bebas.
Namun, Indonesia tetap memiliki kerentanan. Saat ini, konsumsi BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara kapasitas kilang domestik hanya mampu memproduksi sekitar 1,1–1,2 juta barel per hari. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 700 ribu barel per hari yang siap menjadi produk BBM jadi seperti bensin atau solar. Defisit inilah yang memaksa Indonesia tetap melakukan impor dan tetap terimbas fluktuasi harga global.
"Tantangan energi saat ini bersifat sistemik sehingga memerlukan solusi kolektif dari seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah tidak boleh membiarkan BUMN energi bekerja sendirian dalam menghadapi krisis ini,"
— Komaidi Notonegoro, Direktur Eksekutif Reforminer Institute.
Krisis 2026 ini menjadi pengingat bagi negara-negara pengimpor energi bahwa ketiadaan cadangan strategis dan ketergantungan penuh pada pasokan luar negeri akan selalu menjadi titik lemah saat terjadi gejolak geopolitik dunia. (Z-1)
Donald Trump menyatakan King Charles III sejalan dalam mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Pernyataan disampaikan saat jamuan kenegaraan di AS.
Ketahanan Perbankan RI Tetap Kuat Hadapi Risiko Dampak Perang Timur Tengah
KEMENTERIAN Luar Negeri Iran pada Selasa (21/4) mengecam keras penyitaan kapal kargo berbendera Iran oleh pasukan Amerika Serikat (AS),
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menyatakan bahwa upaya untuk mengambil kembali persediaan uranium Iran yang telah diperkaya akan menjadi proses yang tidak mudah.
Donald Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sampai tercapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik Timur Tengah.
Militer Israel konfirmasi keaslian foto tentaranya hancurkan patung Yesus di Libanon selatan. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved