Proyeksi IHSG 2030: Menkeu Purbaya Optimistis Tembus 28.000, Ini Faktor Pendorongnya

Media Indonesia
27/4/2026 18:42
Proyeksi IHSG 2030: Menkeu Purbaya Optimistis Tembus 28.000, Ini Faktor Pendorongnya
Ilustrasi(MI/Usman Iskandar)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap memandang masa depan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan optimisme tinggi. Ia menilai, dalam beberapa tahun ke depan, IHSG berpotensi melesat hingga menyentuh level 28.000 pada 2030. Pernyataan tersebut disampaikannya meskipun pasar saham diperkirakan masih mengalami dinamika pada 2026,

Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda Peresmian Program Investasi Terencana dan Berkala (PINTAR) Reksa Dana sekaligus pembukaan Pekan Reksa Dana 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta. Menurut Purbaya, arah pergerakan IHSG tidak terlepas dari fondasi ekonomi nasional yang terus bertumbuh.

"Sekarang (level IHSG) 7.000. Ekspansi kita akan berlangsung sampai 2029-2030. Itu saya bilang bisa lah (IHSG) 28.000," ujar Purbaya.

Ekspansi Ekonomi Jadi Katalis Utama

Ke depan, akselerasi ekonomi Indonesia dinilai menjadi faktor kunci yang akan menopang kinerja pasar saham. Pemerintah melalui kebijakan fiskal disebut terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan agar tetap solid hingga akhir dekade ini.

Selain faktor makroekonomi, perubahan struktur investor juga turut memberi warna baru. Partisipasi generasi muda, khususnya Gen Z, kini mendominasi pasar modal dengan porsi mencapai 57%. Tren ini dinilai membuka peluang besar sekaligus tantangan baru dalam menjaga stabilitas investasi.

Pesan untuk Investor Muda: Jangan Asal Masuk Pasar

Di tengah meningkatnya minat investasi, Purbaya mengingatkan bahwa kesuksesan di pasar saham tidak bisa diraih secara instan. Edukasi dan pemahaman menjadi kunci utama sebelum mengambil keputusan investasi.

“Bagi investor muda untuk berhasil berinvestasi, bukan otomatis kalau Anda masuk ke pasar saham langsung jadi jago. Anda pelajari dulu pengetahuannya, baru nanti bisa untung lebih tinggi dari profesional yang di pasar modal, kalau Anda memang jago. Tapi kalau nggak, ikuti saja dulu sambil belajar,” katanya menjelaskan.

PINTAR Reksa Dana: Solusi Investasi Lebih Terukur

Sebagai respons atas risiko yang melekat dalam investasi, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghadirkan Program PINTAR Reksa Dana. Skema ini dirancang untuk mendorong masyarakat berinvestasi secara rutin dan terencana, sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi reformasi integritas pasar modal Indonesia. Tidak hanya mengandalkan tata kelola yang kuat, peningkatan jumlah investor ritel dinilai penting untuk menciptakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Purbaya kembali menegaskan prinsip dasar investasi yang perlu dipahami semua pihak.

"Berinvestasi selalu ada risikonya. High risk, high gain. No risk, no gain. Low risk, low gain. Selalu ada itu," kata Purbaya.

"Program PINTAR adalah jawaban atas risiko yang ada pada reksa dana tradisional," katanya menambahkan. (Ant/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya